Realita Pengangguran Jadi Sorotan Cawagub DKI Jakarta. Gen Z Harus Siapkan Ini Sebelum Berkompetisi di Dunia Kerja, Salah Satunya Lawan Rasa Mager  

photo author
Tim TITIK TEMU 05, TitikTemu.co
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:40 WIB
Ilustrasi pekerjaan bagi generasi usia muda (Gen Z). (Unsplash.com/Luca Bravo)
Ilustrasi pekerjaan bagi generasi usia muda (Gen Z). (Unsplash.com/Luca Bravo)

Berkaca dari hal itu, DKI Jakarta menjadi salah satu dari lima provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terbanyak menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada tahun 2024.

 

Baca Juga: Kabupaten Semarang Rintis Pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana

DKI Jakarta memiliki pengangguran terbuka sebesar 6,94 persen, berdasarkan data survei yang terakhir diperbaharui pada 6 Mei 2024 lalu.

Secara nasional, Sakernas mengungkap tingkat pengangguran terbuka kelompok usia 15-19 tahun (25,77 persen) lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia 20-24 tahun (16,85 persen) berdasarkan data survei pada tahun 2023.

Namun, data di atas hanya mengungkap terkait angka pengangguran terbuka yang terjadi bagi kelompok usia muda, tidak menjadi dinding pembatas bagi Gen Z untuk mengembangkan kemampuan dirinya terhadap dunia kerja.

Lantas, bagaimana persiapan kerja yang harus dilakukan oleh kelompok usia muda atau Gen Z? Berikut ini ulasan terkait hal-hal yang perlu disiapkan Gen Z sebelum memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Lesti Membawakan 23 Lagu Nonstop Saat Hamil, Suara dan Penampilan Stabil Powerful!

Persiapan Kerja Itu Sangat Penting

Dalam kesempatan yang berbeda pada tahun 2023 lalu, Psikolog dan Pakar Pengembangan Sumber Daya Manusia Endang Retno Wardhani pernah mengungkap soal pentingnya persiapan Gen Z sebelum memasuki dunia kerja.

Retno menuturkan, tantangan yang dihadapi Gen Z terutama bagi mereka yang baru saja memasuki dunia kerja sangatlah besar.

"Proses belajar atau training belum semua organisasi melihatnya sebagai isu penting," kata Retno dalam diskusi 'Z Talks Upskilling The Indonesian Modern Workforce' di Jakarta, pada Selasa, 16 Mei 2023 lalu.

Oleh karena itu, Retno mengatakan Gen Z membutuhkan dorongan untuk memperkuat literasi terutama di bidang teknologi dan digital yang kini banyak digunakan perusahaan.

Retno menilai, Gen Z dapat memilih bentuk atau jenis pembelajaran yang dapat menunjang pengembangan kompetensi mereka, terutama kompetensi di bidang pekerjaan yang diinginkan.

Baca Juga: Pemprov Jateng Upayakan Tambah Kuota Mudik Gratis 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: BPS

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X