“Mereka sebenarnya berusaha keluar dari stadion untuk menghindari kekacauan. Tapi mereka tidak bisa keluar.”
Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, Bareskrim Periksa Direktur PT LIB dan Ketua PSSI Jatim
Joshua melihat seorang anak laki-laki berusia 13 atau 14 tahun menangis dan menjerit karena ketakutan.
Kebanyakan dari mereka yang meninggal adalah penonton di tribun, bukan mereka yang berada di lapangan.
Jika tidak ada tembakan gas air mata ke tribun penonton, tidak akan ada korban jiwa,” kata Joshua. “Mereka panik dan satu-satunya pilihan mereka adalah keluar dari pintu keluar atau mencari perlindungan di lapangan.
Joshua melihat orang-orang dibawa keluar dari stadion, pecahan kaca di mana-mana dan mobil dibakar.
Joshua menyatakan tidak bisa tidur malam itu. “Ketika saya menutup mata, saya mendengar suara-suara yang berteriak minta tolong.”
Ujar Joshua, “Saya tidak ingin menjadi pendukung sepak bola lagi. Saya tidak ingin menonton pertandingan sepak bola Indonesia lagi. Saya berharap sepak bola di Indonesia dihapuskan.”
-000-
Baca Juga: Hasil Rembuk Rakyat, PSI dukung Ganjar - Yenny di Pilpres 2024
Baik Washington Post ataupun New York Time tak memberitakan kemungkinan sanksi FIFA terhadap PSSI.
Namun jumlah kematian yang terlalu banyak, jumlah penonton melampaui kapasitas, dan penggunaan gas air mata, ini membuat FIFA akan bertindak.
Sanksi apa yang akan dijatuhkan FIFA untuk Indonesia? Ada delapan sanksi yang mungkin dilakukan, mulai dari yang berat hingga ringan. (2)
Baca Juga: Imbas Sejarah Kelam Sepak Bola! Valentino Jebret Simanjuntak Resmi Mengundurkan Diri