Baca Juga: ITB Buka Jalur Mandiri 2025: Cek Syarat, Jadwal, dan Biaya Kuliahnya di Sini
Ensiklik Fratelli Tutti merupakan ensiklik ketiga dari Paus Fransiskus, setelah Lumen Fidei dan Laudato si'. Tema sentral Fratelli Tutti ialah persaudaraan dan persahabatan antara manusia di dunia.
Pada Pengantar Ensiklik, Paus Fransiskus mengatakan bahwa, sebagaimana Laudato si, demikian pula Fratelli Tutti dijiwai oleh gairah persaudaraan universal yang dihayati oleh Fransiskus Assisi. Jika Laudato si menekankan persaudaraan antara manusia dan bumi, Fratelli Tutti menekankan persaudaraan antara manusia, sesama saudara 'satu daging'.
Namun, Paus Fransiskus diserang kaum konservatif yang semakin kesal dengan kecenderungan progresifnya, penjangkauan kepada kaum Katolik LGBTQ+, dan tindakan keras terhadap kaum tradisionalis.
Baca Juga: Ini 22 jurusan di Universitas Indonesia dengan uang pangkal (IPI) Termurah Lewat Jalur Mandiri
Meskipun demikian, Paus Fransiskus tetap tercatat sebagai paus besar yang membawa pembaharuan Gereja, yang menampilkan wajah baru Gereja yang lebih bersahabat dan bersaudara...
Dengan demikian, jelaslah mengapa para kardinal saat General Congregation menyarankan agar paus baru mengambil nama Yohanes atau Fransiskus...Paus Santo Yohanes XXIII sebagai pemrakarsa dan pembuka Konsili Vatikan II, sementara Paus Fransiskus sebagai yang melaksanakan keputusan-keputusan konsili....Kedua paus, melaksanakan Ensiklik Paus Leo XIII yakni Rerum Novarum sesuai zamannya...(Bersambung)
Sumber artikel: https://www.triaskredensialnews.com/kredensial/paus-leo-xiv-pertpaus-leo-xiv-pertanda-zaman-2-bukan-teolog-bukan-diplomat-1/