Kalau nantinya ada yang tidak setuju, sepaham dengan kebijakan, keputusan, ajaran paus hendaknya tidak diumbar di depan media, tapi dibicarakan langsung, empat mata dengan paus, sehingga tidak membuat kegaduhan yang tidak perlu.
Mengapa nama Yohanes dan mengapa Fransiskus yang disarankan para kardinal? Bukankah ada nama-nama besar paus di masa lalu. Misalnya, Benediktus (Benediktus XV, 1914 – 1922 dikenal sebagai Pope of Peace), Pius ( Pius IV, 1559 – 1565, yang mengurusi tercukupinya pasokan air untuk Roma), Benediktus (Benediktus XIV, 1740 – 1758, Selama masa itu, mendirikan empat akademi untuk seni, sains, dan agama. la juga dikenal karena kedermawanannya kepada orang miskin, sering kali blusukan ke daerah-daerah kumuh di Roma dan dengan senang hati mengobrol dengan penduduk setempat), Leo (Leo Agung, 440 – 461, menggelar Konsili Ekumenis Khalsedom –sekarang Kadikoy Turki–yang mengakui dan menegaskan kembali kebenaran tentang dua kodrat: ilahi dan manusiawi dalam satu pribadi Yesus Kristus), Leo (Leo XIII, 1878 – 1903), Gregorius (Gregorius Agung, 590 –604), dan masih banyak lagi (Vatican News)
Baca Juga: Momen Haru! Duet Fajar Indonesian Idol XIII dan Raisa Bawakan Lagu Legendaris Ahmad Dhani
Tapi Kardinal Angelo Guiseppe Roncalli terpilih menjadi Paus (Paus Yohanes XXIII) 28 Oktober 1958, setelah wafatnya Paus Pius XII adalah contoh Paus 'pastoral', yang paling dekat. la seorang gembala yang balk yang sangat peduli terhadap domba-dombanya.
Ensiklik progresifnya, Mater et Magistra (Thu dan Guru) diterbitkan pada 15 Mei 1961 untuk memperingati 50 tahun diterbitkannya Rerum Novarum karya Leo XIII. Mater et Magistra, menekankan pentingnya martabat manusia dan hak serta tanggung jawab individu dalam masyarakat.
Ensiklik ini mengkritik individualisme dan kolektivisme yang ekstrem, menganjurkan pendekatan yang seimbang yang mengakui perlunya sosialisasi sambil mempromosikan martabat manusia.
Baca Juga: Al Nassr Hujani Gol ke Gawang Al Okhdood: Tanpa Ronaldo, Sadio Mane Cetak Quattrick Spektakuler!
Ensiklik Pacem in terris, 11 April 1963, yang menganjurkan kebebasan dan martabat manusia sebagai dasar bagi ketertiban dan perdamaian dunia. Pacem in Terris memperluas wacana ke hubungan internasional, memperjuangkan perdamaian melalui rasa saling percaya daripada kekuatan militer, dan menghubungkan hak asasi manusia dengan tanggung jawab moral.
Ensiklik Paus Yohanes XXIII, Mater et Magistra dan Pacem in Terris, muncul pada awal tahun 1960-an sebagai sumbangan penting bagi Ajaran Sosial Katolik, yang mencerminkan visi transformatif bagi peran Gereja dalam menangani masalah sosial.
Kedua ensiklik tersebut menandakan perubahan dalam perspektif Gereja Katolik tentang hak asasi manusia, memposisikannya sebagai sesuatu yang universal dan intrinsik bagi setiap orang, sekaligus juga menyoroti komitmen Gereja terhadap keadilan sosial.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Salurkan Kredit kepada 35,4 Juta Pelaku UMKM dan 182 Juta Nasabah Tabungan
Dokumen-dokumen ini mencerminkan visi Paus Yohanes XXIII yang lebih luas tentang Gereja yang terlibat dengan dunia, menanggapi tantangan-tantangan kontemporer dengan pesan yang berakar pada belas kasih dan tanggung jawab komunitas.
Paus Yohanes XXIII juga mengangkat Komisi Kepausan untuk Sinema, Radio, dan Televisi ke status kuria, menyetujui kode rubrik baru untuk Brevir dan Misale, membuat kemajuan penting dalam hubungan ekumenis dengan menciptakan
Pada tahun 1960 is menahbiskan empat belas uskup untuk Asia, Afrika, dan Oseania. Yayasan Balzan Internasional menganugerahinya Penghargaan Perdamaian pada tahun 1962. Dan, Paus Yohanes XXIII (bertakhta, 1958 – 1963) mengawali Konsili Vatikan II, pada 11 Oktober 1962. (CNA)