opini

MAKAN SIANG YANG RUWET, Oleh: Riant Nugroho

Kamis, 24 April 2025 | 20:19 WIB
Potret menu MBG di beberapa sekolah (X atau tempat/tojibelajar)

Mitra dapur MBG menuntut yayasan terkait tunggakan pembayaran (Instagram/badangizinasional.ri)

Baca Juga: Rugi Hampir Rp1 Miliar, Mitra Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) Akan Lapor Polisi karena Belum Dibayar

Sebenarnya, MBG dapat bekerjasama dengan Komdigi untuk membangun sistem aplikasi manajemen penyelenggaraan kebijakan berbasiskan digital dan AI. Mulai dari standarisasasi pengadaan bahan, pembayaran, hinga keberagaman jenis masukan untuk seluruh Indonesia. dengan demikian, MBG segera goes digital, sehingga memudahkan untuk dipantau dan dikendalikan, bahkan oleh Presiden Prabowo dari kantor Kepresidenan. Bottlenecking dapat disingkirkan secara efektif dengan segera.

Benang Merah

MBG ibarat kebijakan pembangunan infrastruktur dari Presiden Jokowi: menggerakkan ekonomi secara efektif, setelah memastikan peningkatan kualitas SDM anak didik. Jadi, keberhasilannya adalah keharusan. Hari ini, kita melihat kebijakan tersebut mulai tersandera beberapa kasus kecil yang merepotkan.

Protes-protes yang muncul tidak segera diselesaikan oleh lembaga terkait, namun malah merembet ke mana-mana, menjadi masalah perdata, bahkan mungkin Pidana.

Untuk itu ada tiga saran yang dapat diajukan. Pertama, perbaiki konsep kebijakan MBG menjadi kebijakan yang partisipatif, gotong-royong, dan asimetrikal. Kebijakan berbasis proyek semata selain tidak mudah dilaksanakan, karena penyeragaman dibuat pada konteks keberagaman, juga potensi fraud.

Baca Juga: 7 Kampus Negeri Ini Buka Jalur Mandiri Tanpa Uang Pangkal di Tahun 2025, Ada Kampus Pilihanmu?

Ke dua, bangun model manajamen dan tata kelola yang lebih dapat diandalkan, termasuk dengan membangun sistem digital yang efektif, sehingga bisa didapatkan dashboard nasional penyelenggaraan MBG yang dapat disimak Presiden, bahkan seluruh rakyat. Jika aa masalah, maka setiap fihak yang berkeingjnan membantu, dapat segera chip ini.

Ke tiga, mungkin juga perlu penataan kembali organisasi dan SDM Badan Gizi Nasional, karena segala sesuatu senantiasa dapat dan boleh diperbaiki kembali, terutama jika memang diperlukan. Pemerintahan Presiden Prabowo, harus berhasil, karena itu menjadi penentu apakah 2045 dapat dicapai atau tidak. Dan, MBG adalah indikator awal, pertama, dan dasar. Sekali berhasil, maka kebijakan lain lebih mudah berhasil.***

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB