Siapa Sebenarnya yang Bicara di Layar Kita? Kuasa Tersembunyi di Balik Berita dan Hiburan

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:14 WIB
Henry Sianipar, Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Usahid Jakarta, Dosen Ilmu Komunikasi UBSI Jakarta, Praktisi Penyiaran (Istimewa)
Henry Sianipar, Mahasiswa Doktoral Ilmu Komunikasi Usahid Jakarta, Dosen Ilmu Komunikasi UBSI Jakarta, Praktisi Penyiaran (Istimewa)

Konsentrasi media bukan sekadar isu ekonomi, tetapi ancaman eksistensial bagi demokrasi. Ketika 13 keluarga mengendalikan opini publik, kita menghadapi oligarki informasi yang membahayakan deliberasi demokratis. Konsentrasi media pada 13 keluarga adalah bentuk pemindalan opini (manufacturing consent) yang mengancam kedaulatan epistemik masyarakat. Jika media dikuasai kekuasaan, bukan rakyat, maka suara yang kita dengar di layar adalah monolog elit, bukan dialog bangsa.

Pertanyaan kritis bukan hanya "siapa yang bicara di layar?" tetapi "suara siapa yang dibungkam?" Demokratisasi media membutuhkan tindakan kolektif: literasi kritis, dukungan media independen, dan tekanan politik untuk reformasi struktural. Tanpa itu, demokrasi kita hanya akan menjadi teater bagi kepentingan segelintir elit.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X