Baca Juga: Ferdy Sambo divonis hukuman mati, pleidoi terdakwa dinilai hakim hanyalah bantahan kosong
Agus berkata demikian, berangkat dari pengalaman beberapa tahun lalu, di mana banyak pengusaha hotel di Bali mengeluh sepinya pengunjung. Agus menuturkan, setelah dianalisis, ternyata sepinya pengunjung hotel di Bali beberapa tahun lalu adalah karena pemberitaan soal Gunung Agung yang meletus.
“Mereka mengeluh pemberitaan media tentang Gunung Agung meletus. Jadi gunung itu meletus, tapi empat bulan kemudian sudah agak reda. Tapi tentu saja, turis-turis dari Jepang, Korea, China tidak berani ke Bali karena ketika mereka search di Google, yang keluar adalah gambar-gambar seram dari Bali ketika Gunung Agung meletus empat bulan yang lalu,” urainya.
Baca Juga: Pulau Bali Dinobatkan Sebagai Destinasi Terpopuler Kedua di Dunia 2023, Mengungguli London dan Paris
Baca Juga: 5 Villa Murah Di Bali yang sangat recomended. Wow Harganya kurang dari sejuta
“Jadi kita masuk ke dalam ekosistem global di mana informasi, disinformasi bisa merugikan kita. Poin saya adalah, kebebasan pers, kebebasan media hari ini tidak bisa dilepaskan dari isu nationality,” sambungnya.
Dia lebih lanjut mengatakan, good content dan good journalism harus jadi mandat utama bagi media.
Agus pun kembali menegaskan soal pentingnya sense of nationality bagi media dalam membangun narasi pemberitaaan.
Baca Juga: Loker Baru di Februari, Education Technology SEVIMA Buka Lowongan 100 Talenta IT
Baca Juga: Motor Baca ajak warga Subang senang membaca. Ada buku sejarah, kuliner hingga gaya hidup!
“Kemudian juga yang ada sense of nationality-nya itu harus muncul, baik terkait isu pariwisata nasional, minyak sawit, dan lain-lain. Kita harus kritis terhadap pemerintah, iya. Tapi kita juga harus memperhatikan kepentingan nasional kita, terkait dengan Papua, pariwisata, dan lainnya,” katanya lagi.
Acara peresmian pengurus JPP ini juga disiarkan langsung secara daring di 63 akun, dengan rincian 30 akun YouTube, 23 akun Facebook, dan 5 akun Instagram. Selain itu, acara launching Jaringan Pemred Promedi (JPP) ini disponsori oleh Bank BJB, Telkom, Bank BJB Syariah, dan Advernative.
Artikel Terkait
Hasil Survei Pemilu 2024 PRMN-Promedia: Mayoritas Responden Setuju Usia Ideal Presiden Rentang 30-49 Tahun
Pembersihan Gerbong Kemerdekaan Pers dari Penumpang Gelap
Dewan Pers Minta Aparat Penegak Hukum Pro Aktif Usut Peretasan Akun Digital 24 Awak Redaksi Narasi
Pengaduan Meningkat, Dewan Pers: Media Harus Menjaga Kehidupan Pers yang Sehat, Tingkatkan Profesionalisme
Dewan Pers Luncurkan Layanan Aplikasi Pengaduan Elektronik Untuk Permudah Proses Pengaduan
Jaringan Pemred Promedia (JPP) Terbentuk, Canangkan Tujuan Tumbuh Bersama Melalui Sinergi dan Kolaborasi
Rekam Perjalanan Promedia Teknologi Indonesia di Tahun 2022: Bulan Agustus Adalah Momen Paling Membanggakan
Jurnalis Menjadi Pengusaha Media? Bukan Impian Lagi. Ikuti Caranya Dalam Seminar Promedia Teknologi di Medan
CEO Promedia : Jurnalis Ingin Jadi Pengusaha Media, Wajib Berkolaborasi
Promedia Bersama ProPS dan AWS Gelar Seminar Transformasi Jurnalis Jadi Pengusaha Media di Medan