TITIKTEMU.CO JAKARTA - Inklusivitas ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian serius pemerintah. Keseriusan ini tercermin dari diangkatnya isu tersebut di ajang G20.
Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia, mengatakan di masa Presidensi G20 di bidang ketenagakerjaan, Indonesia mengusung salah satu isu prioritas yakni inclusive labour market and affirmative decent jobs for person with disabilities (pasar kerja yang inklusif dan afirmasi pekerjaan yang layak untuk penyandang disabilitas).
Baca Juga: Cegah Omicron Masuk Desa, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar: Jangan Kendor Menjaga Desa Kita!
Baca Juga: Lirik dan Kunci Gitar 5 Lagu Anji yang Bikin Cewek Melayang
"Ini terobosan yang baik sekali, Indonesia membuktikan bahwa no one left behind, tidak ada satupun yang boleh tertinggal dalam setiap program pemerintah, swasta, dan seluruh sektor," katanya saat menghadiri Kampanye G20 bertemakan Mendorong keterlibatan Penyandang Disabilitas untuk Inklusivitas di Jakarta, Rabu (26/1).
Melalui isu tersebut, Indonesia akan mendorong perhatian negara-negara G20 merumuskan kebijakan yang afirmasi dan inklusif terhadap kelompok disabilitas. Sehingga dapat berpartisipasi dalam pasar kerja dalam menghadapi disrupsi digital dan dampak pandemi.
Baca Juga: Kota Solo Gantikan Vietnam Jadi Tuan Rumah ASEAN Para Games, Gibran: Kepercayaan Luar Biasa!
"Kerja sama internasional di G20 saat ini adalah momentum kita untuk berbenah. Artinya, momentum Presidensi G20 adalah framework kita untuk saling mem-bachmark antara Indonesia dan juga negara-negara G20, dapat saling belajar serta memperbanyak experince, sehingga dapat membentuk ekosistem yang tepat, sesuai kebutuhan disabilitas secara inklusif," jelasnya.
Sisi yang harus diperhatikan dalam mewujudkan ketenagakerjaan yang inklusif,tambahnya, adalah sisi hulu, yaitu peningkatan akses keterampilan bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Prabowo Subianto Dihina, Kader Gerindra Ramai-ramai Polisikan Edy Mulyadi
Akses keterampilan tersebut selain disesuaikan antara suply and demand tenaga kerja juga harus disesuaikan dengan keramagaman dari masing-masing penyandang disabilitas.
"Karena penyandang disabilitas dengan ragam penyandang disabilitasnya memiliki kebutuhannya masing-masing. Maka dari itu, mudah-mudahan target 1% untuk swasta, 2% untuk BUMN dan pemerintah dapat segera terwujud," ujarnya. ***
Artikel Terkait
Klarifikasi Info Viral Pekerja Swalayan Curhat Gaji Dipotong, Kemenaker: Tak Ada Nama Lia Amelia di Pringsewu
Menaker Ida Fauziyah: Silahkan Buruh/Pekerja Sektor Swasta Ambil Hak Cuti Nataru, Ingat Tetap Terapkan 5 M!
Tukang Bangunan Harus Sertifikasi? Menaker Ida Fauziyah Bilang Setuju…
Manfaatkan Teknologi, Dua UMKM Tokopedia Ajak Publik Sayangi Bumi
Dekranasda Jateng Store di Bandara YIA Jual Ratusan Jenis Produk UMKM
Pemprov DIY Bersama Garuda Indonesia Dukung Pertumbuhan dan Ekspor UMKM
Menteri Ida Fauziyah Apresiasi Raffi Ahmad Ikutkan Pekerjanya Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan