Laporan investigasi epidemilogi varian Omicron di Jepang tahun 2022 juga menyatakan jumlah virus pada penderita mencapai titik tertinggi hari ke-3 sampai ke-6 sejak gejala.
Baca Juga: Omicron Mengganas, Indonesia Tutup Pintu untuk 14 Negara
Para ahli di Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat juga merekomendasikan masa karantina lebih pendek.
Sebab, secara ilmiah kemampuan seseorang menulari orang lain terjadi pada awal infeksi, yakni hari ke 1-2 sebelum gejala hingga 2-3 hari setelahnya.
“Karantina itu masa mendeteksi gejala karena ada waktu sejak tertular hingga gejala. Jadi, lolosnya orang terinfeksi ke masyarakat bisa dihindari,” ujar Wiku.
Wiku menegaskan berdasarkan beberapa hasil studi, gejala varian Omicron lebih dini sehingga karantina 7 hari sudah cukup efektif mendeteksi kasus positif.***
Artikel Terkait
Disebut Lebih Gampang Menular, Ini 7 Fakta Varian Covid-19 Baru Omicron
Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Menkes: Jangan Panik, Tetap Prokes!
Cegah Penyebaran Omicron, Wisma Atlet Kemayoran Diisolasi
Pasien Covid-19 Varian Omicron bertambah. Apa sih Pentingnya Karantina Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri?
Cegah Penyebaran Meluas, Kemenhub Hadang Omicron di Pintu Masuk Internasional
Antisipasi Omicron, Pemerintah Siapkan 120 Ribu Tempat Tidur Rumah Sakit di Seluruh Indonesia