Sandiaga mengungkapkan permintaan dari pasar India untuk wisatawan ke Indonesia pada November -Desember sebenarnya sudah cukup banyak.
Baca Juga: Dubes Australia Temui Gubernur Wayan Koster, Bahas Kebangkitan Pariwisata Bali
Pihak maskapai dan industri pariwisata Indonesia juga bekerja sama membentuk paket wisata untuk wisman asal India.
Paket tersebut sudah termasuk mekanisme tiga hari karantina bagi wisatawan yang telah menerima vaksin dosis lengkap.
Menparekraf menjelaskan bahwa pihaknya melalui Deputi Bidang Pemasaran sudah rapat dengan Duta Besar India di Jakarta yang difasilitasi Kemenlu.
Baca Juga: Solo, Yogya dan Bali Jadi Pilot Project Wellness Tourism Indonesia, Apa itu Wellness Tourism?
Berkaitan izin penerbangan dengan tujuan pariwisata diperlukan Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara India dan Indonesia dalam bentuk MoU.
Setelah MRA disepakati oleh kedua negara, secara teknis aplikasi tracing dan tracking melalui PeduliLindungi ke dua negara akan dihubungkan.
Dengan cara seperti itu, kata Sandiaga, wisman dapat dipantau dari mulai keberangkatan hingga kembali lagi ke negara asalnya.
Menparekraf berharap hal tersebut bisa segera disepakati. Untuk saat ini draft MRA sudah disusun oleh Kemenlu dan sedang di evaluasi oleh Kemenkes.***
Artikel Terkait
Sektor Pariwisata Dibuka, Bali Siap Sambut Wisatawan dengan Aturan Ketat
Bandara Ngurah Rai Bali Resmi Dibuka Untuk Penerbangan Internasional
Indonesia Izinkan Warga 19 Negara ini Berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau
PPKM Jawa-Bali Berlanjut, Anak-anak Boleh Nonton Bioskop dan Masuk Daerah Wisata
Cukup Tes Antigen, Naik Pesawat Jawa-Bali Nggak Perlu Lagi PCR!