Sultan Aji Muhammad Idris beberapa kali diusulkan Pemprov Kalitim sebagai pahlawan nasional. Ia merupakan sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara.
Baca Juga: Kisah Cinta Soekarno, dari Oetari hingga Ratna Sari Dewi
Semasa hidupnya Aji Muhammad Idris anti kolonialisme dan anti pola perdagangan monopoli seperti yang dilakukan VOC.
Dilansir dari laman kesultanan.kutaikartanegara.com, Aji Muhammad Idris tercatat sebagai sultan yang pertama kali menggunakan nama Islam di kerajaan tersebut.
Aji Muhammad Idris adalah menantu Sultan Wajo Lamaddukelleng. Ia menuju Wajo, Sulawesi Selatan, bersama rakyat Bugis melawan VOC. Ia gugur di medan laga pada 1739.
Baca Juga: ORANG-ORANG KALAH Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
3. Usmar Ismail
Dikutip dari laman badanbahasa.kemdikbud.go.id, Usmar Ismail adalah pelopor drama modern dan Bapak Film Indonesia.
Ia aktif pada periode 1950-1970. Tak hanya membuat film, tapi juga penulisan drama dan puisi. Pria kelahiran Bukittinggi, 20 Maret 1921, adalah tokoh penggerak teater dan film.
Semasa hidupnya Usmar ismail menjadi Ketua Permusyawaratan Kebudayaan Yogyakarta (1946-1948), Ketua Serikat Artis Sandiwara Yogyakarta (1946-1948).
Ketua Akademi Teater Nasional Indonesia, Jakarta (1955-1965), dan Ketua Badan Musyawarah Perfilman Nasional (BMPN). Ia pendiri Perusahaan Film Nasional Indonesia.
Beberapa judul film garapannya antara lain Harta Karun (1949), Tjitra (1949) yang lantas menjadi nama piala ajang Festival Perfilman Indonesia sampai sekarang.
Artikel Terkait
Tren Positif Terus Berlanjut, Neraca Perdagangan September 2021 Kembali Surplus
Mendagri Tito Karnavian Terima Penghargaan Alumni Terhormat dari NTU Singapura
Sudi Silalahi, Mensesneg Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Meninggal Dunia
Gelorakan Semangatmu! Ini Dia, link Lengkap Twibbon Sumpah Pemuda 2021