PPKM Diperpanjang , Tiga Kabupaten di Jateng Dapat Perhatian. Mana Saja?

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Senin, 13 September 2021 | 23:46 WIB
Pengumuman perpanjangan PPKM di Jawa-Bali.E (Tangkapan layar Youtube)
Pengumuman perpanjangan PPKM di Jawa-Bali.E (Tangkapan layar Youtube)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, 2 di Jawa-Bali dari 14 hingga 20 September 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus menerapkan PPKM di Jawa-Bali meski konsi Covid-19 semakin membaik.

Baca Juga: PPKM Berhasil, Dekan FK UNS Ingatkan Pemerintah untuk Menahan WNA Masuk Indonesia

Dia menambahkan perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dan capaian terus membaik.

Pertambahan kasus positif Covid-19 secara nasional berkurang hingga 93,3 persen. Di Jawa-Bali bahkan turun hingga 96 persen dari puncak lonjakan kasus pada pada 15 Juli.

“Pemerintah menegaskan akan terus memberlakukan PPKM Level di Jawa Bali, dan melakukan evaluasi setiap minggu,” ujar Luhut dalam konferensi pers daring di chanel YouTube, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Kematian Nakes Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Asia: Sampai Sekarang Benar-benar Kehilangan...

Luhut juga menyampaikan pemerintah berhasil menurunkan level PPKM Bali menjadiLevel 3 saat ini. PPKM pekan lalu Bali berada di PPKM level 4.

“Dari 11 kabupaten/kota pada minggu lalu, jumlah daerah PPKM Level 4 berkurang menjadi hanya 3 kabupaten/kota,” ujarnya.

Menko Marves mengingatkan masyarakat soal lonjakan angka kematian di beberapa daerah. Terdapat peningkatan kasus konfirmasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Beberapa wilayah itu, antara lain Sukoharjo, Tegal dan Kabupaten Semarang.

"Pemprov Jateng harap mewaspadai ketiga kabupaten itu," kata Luhut.

Baca Juga: Masih Ingat Cara Penilaian Level PPKM 1-4 Suatu Daerah Dalam Penanganan Covid-19? Mari Simak Kembali!

Pemerintah, kata dia, menyesalkan penurunan kasus Covid-19 yang direspons euforia oleh sebagian masyarakat. Menurut dia, sikap seperti itu sangat berbahaya karena bisa mengundang gelombang Covid-19 selanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X