Kematian Nakes Indonesia Akibat Covid-19 Tertinggi di Asia: Sampai Sekarang Benar-benar Kehilangan...

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Minggu, 12 September 2021 | 11:52 WIB
Ilustrasi nakes. (Pixabay)
Ilustrasi nakes. (Pixabay)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Hampir dua ribu tenaga kesehatan (nakes) Indonesia meninggal akibat Covid-19. Angka kematian itu tertinggi di Asia dan ketiga terbesar di dunia.

Seorang dokter, Mahesa Paranadipa, mengaku trauma dan sempat merasa kalah saat angka positif Covid-19 melonjak di Jawa pada Juni-Juli lalu.

Paradipa kehilangan banyak orang terdekat. Dia memang terlatih secara mental melihat kematian.

Namun dia tidak menyangka akan menghadapi begitu banyak kematian. Apa lagi terdapat di banyak orang-orang terdekat.

Baca Juga: Sebanyak 1.030 Nakes Covid-19 Terima Penghargaan, Wajar Tugas Mereka Berat!

“Benar-benar kehilangan, sampai sekarang benar-benar kehilangan,” kata Paradipa seperti dikutip Titiktemu.co dari BBC News Indonesia, Minggu (12/9/2021).

Pada periode Juli lalu, beberapa hari kasus positif di Indonesia tercatat antara 40 ribu hingga 56 ribu.

Rumah sakit penuh. Pasien memenuhi lorong dan bahkan halaman parkiran rumah sakit, tidak sedikit yang ditolak karena tidak ada lagi tempat.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Covid-19 Tak Mungkin Hilang, Jangan Euforia Berlebihan

Per tanggal 17 Agustus, tercatat 1.891 nakes meninggal selama pandemi Covid-19. Dari jumlah itu, dokter sebanyak 640 orang, disudul perawat 837, dan bidan 377orang.

Kemudian dokter gigi sebanyak 98 orang, ahli gizi 34,  ahli teknologi laboratorium 33, dan ahli kesehatan masyarakat 13 orang.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dedi Supratman, Indonesia kehilangan aset yang sangat besar atas gugurnya ribuan nakes.

Baca Juga: Fakta atau Hoax? Begini Cara Cek Informasi seputar Covid-19 dari Kominfo  

Banyak guru besar dan dokter spesialis senior tutup usia di tengah mereka berjuang menyelamatkan nyama orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X