| TITIKTEMU.CO, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, varian baru Covid-19 jenis Mu (varian Mu) belum terdeteksi di Indonesia. Meski demikian Kemenkes meghimbau masyarakat tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Siti juga berharap varian ini tidak masuk ke Inddonesia. “Kami terus melakukan pemantauan, termasuk atas varian Mu yang kabarnya telah menyebar di-46 negara. Tapi, sampai saat ini varian Mu belum terdeteksi di Indonesia,” kata Siti Nadia dilansir Indonesia.go.id, Selasa (14/9/2021).
Pada pekan kedua September ini, ada dua isu yang menarik perhatian publik. Pertama, munculnya strain baru yang perlu diwaspadai, yakni varian Mu, yang berasal Colombia dan cukup berbahaya. Kedua, di Surabaya ada pekerja migran Indonesia yang didapati positif Covid-19 dengan hasil pemeriksaan CT Value 1,8. Baca Juga: Tinjau Sekolah di Yogyakarta, Nadiem Makarim: Roh Pendidikan itu Pembelajaran Tatap Muka Kedua kisah beredar pada waktu hampir bersamaan sehingga memunculkan isu, ada warga Jawa Timur kedapatan positif Covid-19 dengan CT Value 1,8, yang dicurigai terinfeksi varian Mu. Kabar tersebut cepat meluas, viral dan heboh. Spekulasi varian Mu sudah masuk Kota Surabaya beredar luas. Lebih jauh, Siti Nadia mengemukakan, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan atas 5.835 sampel dari seluruh tanah air sampai pekan pertama September 2021. Hasilnya, sebagian besar adalah varian Delta B 1.617.2 (30 persen), terutama yang ditemukan di bulan-bulan terakhir (Mei–Agustus 2021). Selebihnya adalah Varian Alpha B 117, varian Beta B 1.351, dan varian lama dari generasi pertama Covid-19. Baca Juga: Sikap Gibran Saat Dampingi Presiden Jokowi ke UNS Jadi Sorotan, Netizen: Salut! Klarifikasi CT Value 1,8 Penanggung jawab RSL Indrapura Surabaya, Laksamana Muda Ahmad Syamsulhadi berbicara kepada wartawan di Surabaya, pekan lalu mengatakan RSL Indraputa telah memberikan layanan pemeriksanaan dan perawatan pada pasien Covid-19, termasuk para migran dari luar negeri. Semuanya didiagnonis dengan mesin canggih PCR. Bila ada pasien dengan CT Value 25 atau kurang, sampel swabnya dikirim ke Litbang Kemenkes atau jaringannya untuk diperiksa dengan genome squencer agar bisa diketahui jenis variannya. “Jadi, yang dikirim untuk diperiksa lebih jauh itu yang CT Value dibawah 25, dan itu hanya 78 sampel,” ujar dokter TNI berpangkat bintang satu itu. Sampel pun dikirim ke laboratorium, tak lama beredar kabar ada pasien dengan CT Value 1,8 di Surabaya. Baca Juga: Densus 88 Tangkap Abu Rusydan, Terkait Kasus Terorisme Jamaah Islamiyah Dalam kesempatan yang sama, penanggung jawab pelayanan RSL Indrapura Fauqa Arinil Aulia menyatakan, ada kesalahpahaman pembacaan angka dalam kasus ini. Terlepas kesalahan tersebut dari pihak mana. Dokter Fauqa mengatakan, ada dua jenis mesin PCR yang digunakan, yakni reverse transcription PCR (RT-PCR) dan insulated isothermal PCR (ii-PCR). TagsTerkiniViral! Kebakaran Gudang dan Bedeng di Legian Bali, Api Merembet ke Rumah Semi PermanenSelasa, 1 September 2026 | 10:25 WIB
September 2026 Tak Ada Libur Nasional dan Cuti Bersama, Cek Daftar Tanggal Merah hingga DesemberSelasa, 1 September 2026 | 10:19 WIB
Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional September 2026, Ada Hari Polwan hingga Peringatan G30S/PKISelasa, 1 September 2026 | 10:10 WIB
Diterima Jadi Anggota Seumur Hidup NU, Prabowo: Ini Kehormatan Besar Bagi SayaSelasa, 1 September 2026 | 09:11 WIB
Target Prabowo: Hemat Rp100 Triliun dari Pemangkasan 700 BUMN Rugi Hingga Akhir 2026Selasa, 1 September 2026 | 09:04 WIB
Pidato Prabowo di Muktamar NU Jombang: Komitmen Angkat Jutaan Rakyat Indonesia dari KemiskinanSelasa, 1 September 2026 | 08:58 WIB
Viral! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Roboh Timpa Rumah, 3 Orang Tewas Termasuk 2 Anak dan 1 LansiaSelasa, 1 September 2026 | 08:53 WIB
Viral! Relawan Buka Posko Makan Gratis untuk Tim Damkar di Lintang Batang Kalbar, Api Dekati SPBUSelasa, 1 September 2026 | 08:47 WIB
Kronologi Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk, 50 Orang Terjatuh Saat Baru DiresmikanSelasa, 1 September 2026 | 07:05 WIB
Kemenag Buka Inpassing Pengawas JPH untuk PNS, Pendaftaran Dibuka 1-15 September 2026Selasa, 1 September 2026 | 07:00 WIB
KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, AHWA Minta Rangkul Seluruh Potensi NUSenin, 31 Agustus 2026 | 21:20 WIB
KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031, Dipilih Lewat Musyawarah 9 Kiai AHWASenin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB
Heboh! Palang Pintu Dekoro Pekalongan Tak Diturunkan saat Kereta Lewat, Petugas Diduga TidurSenin, 31 Agustus 2026 | 20:24 WIB
Viral! Kebakaran Besar di Tumbang Nusa Kalteng, Langit Merah Seperti Lautan ApiSenin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Pernah Tangkap Hercules Dua Kali, Kini Brigjen Hengki Haryadi Dipercaya Pimpin Polda Papua Barat DayaSenin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Viral! Sampurna Si Orang Utan Ketapang Teteskan Air Mata, Lemas Tercekik Asap KarhutlaSenin, 31 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Tak Punya Rp 5 Miliar, Ibam Sebut Tabungan Tinggal Belasan Juta: “Kalau Aset Dijual Pun Tak Cukup”Senin, 31 Agustus 2026 | 20:12 WIB
Baru Diresmikan, Jembatan Pangandaran Malah Miring: TNI AD Ungkap Apa yang TerjadiSenin, 31 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Terbakar! Api dan Asap Membumbung, Penyebabnya Masih MisteriusSenin, 31 Agustus 2026 | 19:53 WIB
Bali Butuh Listrik Lebih Kuat, PLN Buka Tender PLTGU 900 MW—Apa yang Dibangun?Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46 WIB
|