“Abis dilempar batu itu aku duduk enggak berani lihat ke luar lagi. Jadi, enggak tahu masih banyak atau enggak massanya,” lanjutnya.
Baca Juga: DPR Sepakat RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Dasco Siap Mundur Jika Lewat Tenggat
Perjalanan KRL Sempat Mengalami Penyesuaian
Pengalaman serupa juga dibagikan penumpang lain melalui akun Threads @vitaaadamanik.
Dalam unggahannya, ia menceritakan adanya sejumlah penyesuaian perjalanan KRL Green Line setelah situasi demo.
Ia menyebut kereta yang ditumpanginya sempat melewati jalur yang berbeda dari biasanya. Perubahan tersebut bahkan membuat para penumpang diminta berpindah kereta di Stasiun Kebayoran.
“KRL Green Line pagi ini after demo. Pas mau tiba di Kebayoran, tiba-tiba announcer bilang pintu dibuka sebelah kiri, biasanya pintu dibuka selalu dari kanan,” tulisnya dalam video yang diunggah Jumat, 28 Agustus 2026.
“Tiba di Stasiun Kebayoran, kereta masuk ke jalur yang enggak biasanya. Biasanya selalu di jalur yang ada kereta di depan. Lalu, kita semua disuruh petugas pindah kereta ke jalur 2,” sambungnya.
Ketika tiba di Stasiun Palmerah, situasi kembali membuat penumpang waspada. Petugas meminta penumpang untuk menutup tirai jendela kereta.
“Pas di Stasiun Palmerah, tiba-tiba petugas minta kaca ditutup. Agak panik sih kalau kereta ini sampai ketahan lagi,” ungkapnya.
Dalam video tersebut, kondisi di luar kereta juga terlihat masih terdapat massa yang berkumpul di sekitar jalur kereta.
“Massa masih banyak berkumpul di rel stasiun Palmerah dekat gedung DPR,” tulisnya.
Commuter Line Sempat Minta KRL Menunggu Kondisi Aman
Sebelumnya, pihak Commuter Line juga sempat menyampaikan informasi terkait perjalanan KRL yang melintas di kawasan tersebut.