TITIKTEMU.CO - Jagat media sosial diguncang kabar meninggalnya NS, bocah 12 tahun asal Desa Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Kasus itu diduga korban penganiayaan ibu tirinya sendiri setelah beredar video memilukan saat korban dalam kondisi lemah menyebut sosok “ibu” sebagai pelaku kekerasan, hingga memicu gelombang kemarahan dan keprihatinan luas dari masyarakat.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi berita kriminal biasa.
Banyak warganet merasa terpukul karena korban masih sangat muda. Video yang beredar membuat publik semakin emosional.
Sorotan pun tertuju pada keluarga korban dan proses hukum yang berjalan.
NS diketahui selama ini tinggal di pondok pesantren.
Ia telah menjadi santri selama sekitar satu tahun. Kehidupan pesantren yang identik dengan pendidikan agama membuat kisah ini terasa semakin menyayat.
Baca Juga: Tragedi NS di Sukabumi: Bocah 12 Tahun Meninggal, Dugaan Penganiayaan Ibu Tiri Disorot
Cita-cita Menjadi Kiai yang Tak Sempat Terwujud
Ayah korban, Anwar Satibi, dengan suara bergetar menceritakan bahwa anaknya memiliki impian mulia.
NS ingin menjadi seorang kiai.
Keinginan itu berbeda dari kebanyakan anak seusianya.
Impian tersebut kini tinggal kenangan.
Anwar mengaku sangat terpukul.