Kisah Muawiyah bin Muawiyah al-Muzani, Sahabat Nabi yang Disalatkan 70.000 Malaikat

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:20 WIB
Kisah Muawiyah bin Muawiyah al-Muzani, Sahabat Nabi yang Disalatkan 70.000 Malaikat. (Istimewa)
Kisah Muawiyah bin Muawiyah al-Muzani, Sahabat Nabi yang Disalatkan 70.000 Malaikat. (Istimewa)

TITIKTEMU.CO - Dalam sejarah Islam, terdapat banyak kisah sahabat Nabi yang penuh hikmah dan inspirasi. Salah satu yang paling menyentuh adalah cerita tentang Muawiyah bin Muawiyah al-Muzani.

Dia dikenal bukan karena kepemimpinan besar atau peran penting dalam peperangan, melainkan karena keistiqamahannya dalam menjalankan ibadah sederhana.

Kisahnya menjadi begitu istimewa karena disebutkan ketika meninggal,  jenazahnya disalatkan oleh 70.000 malaikat. Bahkan dalam sejumlah riwayat disebutkan jumlahnya mencapai 140.000 malaikat.

Baca Juga: Rahasia Jasad Abu Thalhah Tetap Utuh: Kisah Puasa, Jihad, dan Cinta Tamu yang Menggetarkan Hati 

Peristiwa Langit yang Redup Saat Perang Tabuk

Kejadian luar biasa ini terjadi saat Nabi Muhammad tengah berada dalam perjalanan Perang Tabuk. Saat Rasulullah SAW dalam perjalanan menuju Tabuk, suasana langit tampak berbeda.

Sinar matahari terlihat redup, seolah tertutup sesuatu. Peristiwa tersebut membuat Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril tentang apa yang sedang terjadi.

Jibril mengabarkan redupnya matahari bukan karena awan, tapi karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, hingga sayap-sayapnya menghalangi sinar matahari.

Baca Juga: Kisah Julaibib, Terasing di Bumi, Tapi Mulia di Langit  

Kata Jibril, para malaikat diutus Allah SWT untuk menyalatkan salah satu umat Nabi yang baru saja wafat, yaitu Muawiyah bin Muawiyah al-Muzani.

Dalam beberapa sumber klasik seperti karya Imam ath-Thabari dalam al-Mu’jam al-Kabir serta kitab al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, disebutkan bahwa terdapat dua barisan malaikat.

Setiap barisan berjumlah 70.000 malaikat, sehingga totalnya mencapai 140.000 malaikat yang turut menshalati Muawiyah.

Kisah ini sering disampaikan para ulama sebagai gambaran betapa besar kemuliaan seseorang di sisi Allah, meski namanya tidak begitu terkenal dalam catatan sejarah besar.

Baca Juga: Kisah-Kisah Sahabat Nabi dan Ulama Gemar Baca Al Quran Saat Ramadhan, dari Umar bin Khatab hingga Imam Bukhari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X