TITIKTEMU.CO - Sebelum wahyu pertama turun di Gua Hira dan mengubah arah sejarah dunia, ada satu nama yang tak bisa dilepaskan dari fase paling awal kenabian Muhammad SAW: Khadijah binti Khuwailid.
Dalam sejarah Islam, Khadijah bukan sekadar istri Nabi. Ia adalah saksi pertama turunnya wahyu, orang pertama yang masuk Islam, dan penopang dakwah di masa-masa paling sunyi dan genting.
Hari-hari menjelang turunnya wahyu adalah masa penuh perenungan bagi Nabi Muhammad. Ia kerap menyendiri, menjauh dari hiruk pikuk Makkah yang sarat praktik kemusyrikan dan ketimpangan sosial.
Namun di balik keheningan itu, ada sosok perempuan yang memahami kegelisahan beliau. Khadijah hadir bukan hanya sebagai pendamping, tapi juga peneguh keyakinan.
Baca Juga: Ali bin Abi Thalib dan Keitimewaan Gelar Karramallahu Wajhah yang Disandangnya
Imam di Manchester, Asad Zaman, pernah menyebut Khadijah sebagai perempuan luar biasa yang perannya tak bisa diabaikan dalam sejarah Islam.
“Sejarah Islam sebagai agama besar tidak bisa dilepaskan dari kontribusi Khadijah,” ujarnya dalam satu kesempatan.
Dia menilai capaian Khadijah bahkan melampaui zamannya, sebuah standar yang masih menginspirasi perempuan modern belasan abad kemudian.
Baca Juga: Kisah Muawiyah bin Muawiyah al-Muzani, Sahabat Nabi yang Disalatkan 70.000 Malaikat
Latar Keluarga Terhormat dan Jiwa Mandiri
Khadijah lahir dari keluarga terpandang Quraisy. Ayahnya, Khuwaylid, adalah saudagar sukses di Makkah. Dari jalur nasab, garis keturunannya bertemu dengan Nabi Muhammad pada leluhur mereka, Qushay.
Ia berasal dari klan Bani Asad, yang pada masa itu memiliki pengaruh sosial dan ekonomi lebih besar dibanding Bani Hasyim, klan Nabi.
Sebelum menikah dengan Muhammad, Khadijah telah dua kali berumah tangga. Pernikahan pertamanya dengan Abu Halah bin Zurarah dikaruniai dua anak, Halah dan Hindun.
Setelah suaminya wafat, ia menikah lagi dengan Atiq bin ‘A’id al-Makhzumi. Namun takdir kembali membawanya pada duka. Suami kedua ini juga meninggal dunia.
Artikel Terkait
7 Amalan Ibadah di Hari Jumat yang Penuh Berkah. Salah Satunya Berangkat Salat Jumat Lebih Awal
Pahami 3 Amalan Hari Jumat, Ada Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi!
7 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan: Meraih Keutamaan dan Pahala Berlipat
6 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam yang Terjadi di Bulan Safar
5 Amalan Malam Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Semua Akan Dimudahkan
Keutamaan Surat Al Hasyr Ayat 22–24: Amalan Dahsyat yang Didampingi 70 Ribu Malaikat