“Itu yang membuat saya dianggap ikut serta menyebarkan berita bohong,” katanya.
Menurutnya, unggahan yang ia tambahkan interpretasi medis justru dijadikan dasar untuk menuduhnya bagian dari penyebar hoaks terkait ijazah Presiden.
Desakan agar Ijazah Jokowi Ditunjukkan Ditolak Penyidik
Dalam pemeriksaan, dokter Tifa mengaku berkali-kali meminta agar penyidik menghadirkan ijazah asli Jokowi sebagai bahan klarifikasi. Namun permintaan itu ditolak.
“Begitu saya tahu pertanyaan menuju unsur saya dianggap tidak kompeten, saya langsung bilang bahwa ini tidak fair secara scientific,” jelasnya.
Ia bercerita bahwa penyidik berdalih dokumen ijazah tersebut telah disegel sehingga tidak bisa dibawa ke ruang pemeriksaan.
“Tapi menurut saya, segel bukan alasan. Tetap bisa dibawa untuk pembuktian,” tambahnya.
Tifa juga mengungkap bahwa sebelum pemeriksaan dimulai, penyidik memperlihatkan 39 video kepada dirinya—yang menurutnya menjadi dasar pijakan arah pertanyaan selanjutnya.
“Pertanyaan akhirnya mengarah ke latar belakang pendidikan dan dianggap saya tidak punya kompetensi,” tuturnya.***