BGN menegaskan, peningkatan kuota pelayanan tak boleh mengorbankan kualitas gizi.
“Kami ingin agar setiap porsi tetap memenuhi standar nutrisi, bukan sekadar memenuhi target jumlah,” tambah Nanik.
Melalui pengawasan ketat, BGN berharap setiap dapur SPPG dapat menjaga mutu bahan baku, higienitas, serta efisiensi waktu penyajian.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan bagian dari komitmen nasional untuk memperbaiki status gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan di Indonesia.
Dengan aturan baru ini, pemerintah tidak hanya menambah porsi makanan, tetapi juga memastikan bahwa setiap suapan yang diterima masyarakat benar-benar bergizi, aman, dan bermakna.***