TITIKTEMU.CO-Fenomena quiet quitting tiba-tiba jadi topik panas di dunia kerja modern.
Istilah ini ramai dibahas sejak pandemi ketika banyak karyawan mulai diam tetapi “melawan” dengan cara tidak lagi mau bekerja melebihi job description mereka.
Tidak lagi ambil lembur tanpa bayaran, tidak lagi balas chat di luar jam kerja, dan tidak lagi memaksakan diri untuk menjadi “karyawan teladan” demi perusahaan yang tak menghargai.
Tapi pertanyaannya: quiet quitting ini bentuk strategi bertahan hidup di dunia kerja yang keras, atau justru tanda putus asa dan kehilangan ambisi?
Baca Juga: Biaya Haji 2026 Turun, tapi Tetap Fantastis: Cuma Gimmick Angka?
Apa Itu Quiet Quitting Sebenarnya?
Quiet quitting bukan berarti resign atau keluar dari pekerjaan.
Ini lebih kepada berhenti secara emosional dari ekspektasi berlebihan kantor.
Intinya: kerja secukupnya, profesional secukupnya, tapi juga menjaga diri secukupnya.
Orang yang memilih quiet quitting biasanya:
- Tetap bekerja sesuai kontrak
- Tidak mau di-PHP perusahaan soal jenjang karier
- Prioritas ke kesehatan mental
- Tidak membawa urusan kantor pulang ke rumah
Fenomena ini muncul karena banyak pekerja merasa dimanfaatkan dalam budaya “kerja lebih, dihargai kurang”.
Baca Juga: Heboh Pertalite Bikin Motor Brebet: Salah BBM atau Ada Masalah Lain? Begini Respons Pemerintah!
Kenapa Quiet Quitting Jadi Tren?
Ada beberapa alasan kuat kenapa banyak orang tiba-tiba “diam-diam berhenti total loyal”:
Artikel Terkait
Syahganda: Kritik Hasan Nasbi ke Purbaya Salah Sasaran, Itu Sindir Prabowo!
Kasus Whoosh KCJB Disorot Tajam, KPK Bergerak Pelan tapi Pasti: Ada Apa di Balik Dugaan Mark-Up Fantastis?
Dipanggil ke Istana, Maruarar Sirait Beberkan Gebrakan Perumahan Rakyat: BPHTB Gratis, Bunga Tetap 5 Persen
Belanja Hemat Awal Bulan! Ini Katalog Promo Indomaret 30 Oktober–2 November 2025
Promo Alfamart 30 Oktober - 2 November 2025: Belanja Hemat Mulai Rp5 Ribuan, Banyak Diskon Menarik!
Drama Gelap Myawaddy: 26 WNI Pulang dari Neraka Online Scam di Myanmar
Belanja Hemat! Ini Katalog Promo Superindo 30 Oktober – 2 November 2025
Risiko dan Peluang Take Over Kredit KPR untuk Pembeli dan Penjual
Heboh Pertalite Bikin Motor Brebet: Salah BBM atau Ada Masalah Lain? Begini Respons Pemerintah!
Biaya Haji 2026 Turun, tapi Tetap Fantastis: Cuma Gimmick Angka?