Mereka juga menyerukan pendidikan dan kesehatan gratis, ilmiah, serta berkualitas. Komersialisasi pendidikan dan pemangkasan anggaran layanan dasar menjadi perhatian dalam tuntutan tersebut.
Masalah kebutuhan sehari-hari pun masuk daftar. GERAM meminta harga bahan pokok dikendalikan dan upah buruh dinaikkan agar lebih layak.
Baca Juga: Kasus eFishery Merembet ke Malaysia, Dana Pensiun Negara Ikut Terseret?
Selain itu, mereka meminta bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai bencana nasional serta mendorong percepatan bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Dua tuntutan lainnya berkaitan dengan pekerja rumah tangga dan militer. GERAM mendorong perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga sekaligus menyerukan demiliterisasi dan penghentian pembangunan batalyon yang dinilai memperluas peran militer di ruang sipil.
Mereka juga menolak kriminalisasi aktivis serta meminta pembebasan tahanan politik. Di bagian akhir, GERAM menuntut agar aset hasil korupsi disita dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemulihan bencana.
Dengan 10 tuntutan tersebut, demo 27 Agustus bukan sekadar soal berapa banyak orang yang datang ke Senayan. Perhatian justru akan tertuju pada bagaimana aspirasi itu direspons dan apakah ruang dialog benar-benar dibuka oleh pihak DPR.
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan 306 Sumur Bor Dibangun di Sekitar Hotspot Riau, Jangan Tunggu Kebakaran
Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar, Minta Penanganan Bergerak Cepat dan Terpadu
Kasus eFishery Merembet ke Malaysia, Dana Pensiun Negara Ikut Terseret?
Pajak Kendaraan 2026 Makin Tegas: Telat 2 Tahun, STNK Bisa Dihapus Permanen!
Desil DTSEN Berubah? Jangan Panik, BPS DIY Buka Jalan untuk Perbaikan Data
Cara Cek Desil Online DTSEN 2026 Pakai NIK, Tak Perlu Login! Ini Arti Desil 1–10