Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar ke-35 NU: Jangan Jual Nama Presiden

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:53 WIB
Gus Miftah menegaskan Istana tak intervensi Muktamar ke-35 NU dan meminta pihak tertentu berhenti menjual nama Presiden.
Gus Miftah menegaskan Istana tak intervensi Muktamar ke-35 NU dan meminta pihak tertentu berhenti menjual nama Presiden.

“...Menghormati marwah ulama bukan dengan cara ikut mengatur mereka, melainkan dengan memberikan ruang kedaulatan penuh bagi para kiai untuk menentukan masa depan jam’iyahnya,” jelasnya.

Gus Miftah Ingatkan Jangan Jual Nama Istana

Gus Miftah kemudian menyoroti pihak-pihak yang disebutnya kerap membawa-bawa nama Istana dalam kontestasi menjelang Muktamar NU.

Ia meminta siapa pun yang mengklaim memperoleh dukungan atau restu dari Istana untuk maju sebagai calon pemimpin NU agar menghentikan tindakan tersebut.

Menurutnya, klaim seperti “sudah mendapat restu” maupun “titipan pusat” tidak hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi para peserta muktamar.

“Klaim semacam itu bukan hanya kurang etis, tetapi juga bisa mengganggu akal sehat umat dan marwah para kiai dan juga menodai marwah serta kehormatan Presiden,” tegasnya.

Baca Juga: War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Dibuka 11 Agustus 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Gus Miftah juga meminta pihak yang sengaja menyebarkan isu mengenai intervensi Istana tidak memperkeruh suasana menjelang muktamar.

“Jangan mengkerdilkan forum suci para ulama ini menjadi sekadar arena perebutan pengaruh politik praktis,” ujarnya.

Ia bahkan menyinggung pentingnya kapasitas dan rekam jejak setiap figur yang nantinya maju dalam kontestasi kepemimpinan NU.

Ingatkan Jabatan di NU Merupakan Amanah

Lebih lanjut, Gus Miftah mengingatkan bahwa kepemimpinan di NU semestinya dipandang sebagai amanah dan bentuk pengabdian, bukan sesuatu yang dikejar demi kepentingan pribadi.

Ia mengutip pesan dalam kitab Adabul 'Alim wal Muta'allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari:

“Man thalaba al-riyasata fadhahahu Allahu.”

Menurutnya, pesan tersebut dapat dimaknai bahwa orang yang terlalu berambisi mengejar kepemimpinan justru berpotensi kehilangan kehormatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X