Bukan berarti membiarkan semuanya bebas.
Tetapi mengajak anak memahami konsekuensi dari keputusan mereka, sehingga mereka belajar mengatur diri sendiri, bukan hanya mengikuti aturan karena takut dimarahi.
Perhatian adalah Mata Uang Baru dalam Pengasuhan
Di era digital, perhatian menjadi sesuatu yang semakin langka.
Anak bersaing dengan notifikasi, rapat online, media sosial, dan berbagai distraksi lain untuk mendapatkan fokus orang tuanya.
Ironisnya, banyak anak yang memiliki kamar penuh mainan tetapi kekurangan waktu berkualitas bersama ayah atau ibunya.
Baca Juga: Honda Tersandung untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 70 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Menurut berbagai studi tentang perkembangan sosial-emosional, interaksi sederhana seperti mengobrol, membaca buku bersama, bermain tanpa gangguan gadget, atau sekadar mendengarkan cerita anak memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang sering kita bayangkan.
Batasan Tetap Penting, Tetapi Bukan Segalanya
Tentu saja anak tetap membutuhkan aturan.
Mereka perlu tahu kapan harus tidur, bagaimana bersikap kepada orang lain, dan batas penggunaan teknologi.
Namun aturan hanyalah kerangka.
Yang membuat kerangka itu efektif adalah hubungan yang terbangun di dalamnya.
Artikel Terkait
Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara: Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Untungkan Google, Ini Pertimbangan Lengkapnya
Kilas Balik Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim: Dari Penetapan Tersangka hingga Divonis 10 Tahun Penjara
Kenapa Kemarau Tahun Ini Terasa Lebih Kejam? Banyak Orang Ternyata Masih Salah Paham soal El Nino
Respons Nadiem Makarim usai Divonis 10 Tahun Penjara: Soroti Sikap Hakim hingga Singgung Dissenting Opinion
Honda Tersandung untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 70 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
B50 Segera Meluas, Tapi Tunggu Dulu! Tidak Semua Mobil Diesel Aman Menggunakannya