Padahal, yang sering dibutuhkan bukan metode baru, melainkan jeda sejenak untuk mengevaluasi ekspektasi.
Jika suasana rumah penuh tekanan, anak biasanya ikut merasakannya. Sebaliknya, ketika orang tua lebih santai dan sabar, proses belajar menjadi jauh lebih nyaman.
Jadi jika toilet training terasa gagal terus, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa anak belum mampu. Bisa jadi ia hanya menunggu orang dewasa di sekitarnya sedikit lebih siap, lebih tenang, dan lebih realistis.
Karena pada akhirnya, toilet training bukan ujian siapa yang paling cepat lepas popok. Ini hanyalah salah satu fase belajar dalam perjalanan panjang tumbuh kembang anak.***
Artikel Terkait
Masih Nunggu LPDP? 5 Beasiswa S2 Dalam Negeri Ini Diam-Diam Kasih Uang Saku dan Kuliah Gratis
Anak yang Dibesarkan Tanpa Drama Justru Lebih Sulit Hadapi Hidup — Ini Sebabnya
Kota Murah Belum Tentu Hemat: Hasil Perhitungan Pengeluaran Tahunan Saya
Anak Ranking 1 Tapi Tidak Bahagia — Ini Tanda Kamu Salah Prioritas
Dari Kursi Menteri ke Balik Jeruji: Kenapa Vonis 10 Tahun untuk Nadiem Makarim Jadi Sorotan Besar?
Lolos dari Dakwaan Terberat, Tapi Tetap Terjerat? Fakta Menarik di Balik Putusan Hakim untuk Nadiem
Uang Pensiun Tak Lagi Harus Dicicil? Putusan MK Ini Bisa Mengubah Nasib Banyak Pekerja