Investor Mulai Gelisah? Alasan di Balik Tertundanya Insentif Kendaraan Listrik yang Jarang Dibahas

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 30 Juni 2026 | 06:46 WIB
Ilustrasi Penundaan insentif kendaraan listrik kembali terjadi.  (Pinterest @ marketivate)
Ilustrasi Penundaan insentif kendaraan listrik kembali terjadi. (Pinterest @ marketivate)

Data yang dihimpun IESR menunjukkan penjualan motor listrik pada kuartal pertama 2025 turun sekitar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat pasar masih sangat dipengaruhi oleh dukungan kebijakan.

Baca Juga: Prediksi Jerman vs Paraguay Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Die Panzer Lebih Diunggulkan, Paraguay Tetap Berbahaya

Saat Negara Tetangga Terlihat Lebih Menarik

Persaingan industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara semakin ketat.

Setiap negara berlomba menarik investasi melalui kombinasi insentif, regulasi yang jelas, dan dukungan industri yang konsisten.

Dalam situasi seperti itu, ketidakpastian bisa menjadi kelemahan.

IESR mengungkap adanya indikasi beberapa produsen otomotif yang awalnya mempertimbangkan Indonesia justru memilih memindahkan fasilitas kendaraan listrik mereka ke Vietnam. Negara tersebut dinilai menawarkan lingkungan bisnis yang lebih mendukung pertumbuhan industri EV.

Jika tren seperti ini terus berlanjut, Indonesia berisiko kehilangan momentum di tengah perlombaan membangun industri masa depan.

Baca Juga: Jude Bellingham Bersinar di Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Sebut Jadi Pembeda Timnas Inggris

Kendaraan Listrik Bukan Hanya Isu Lingkungan

Sering kali kendaraan listrik dipromosikan sebagai solusi untuk mengurangi emisi.

Padahal manfaatnya tidak berhenti di sana.

Penggunaan kendaraan listrik juga berkaitan dengan ketahanan energi nasional. Semakin banyak kendaraan yang menggunakan listrik, semakin kecil ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Artinya, tekanan terhadap anggaran negara dan risiko fluktuasi harga energi global dapat berkurang dalam jangka panjang.

Karena itu, percepatan adopsi kendaraan listrik sebenarnya bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga strategi ekonomi.

Baca Juga: Safari Politik Jokowi Bikin Banyak Orang Bertanya: Sedang Bangun PSI atau Menata Jalan ke Pilpres 2029?

Mungkin yang Dibutuhkan Bukan Sekadar Insentif

IESR menilai insentif tetap penting, tetapi pendekatannya perlu diperbarui.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X