Di sana ia meraih gelar Master of Engineering Management yang menjadi bekal tambahan untuk mengelola proyek dan organisasi dalam skala yang lebih besar.
Namun yang membuat rekam jejaknya menarik bukan hanya soal gelar akademik.
Daniel pernah merasakan langsung dinamika kelistrikan di berbagai daerah Indonesia. Ia sempat bertugas di Banten, Merauke, Nusa Tenggara Timur, hingga Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Ada daerah yang menghadapi persoalan pemerataan listrik, ada yang fokus pada pertumbuhan pelanggan, dan ada pula yang membutuhkan peningkatan keandalan sistem.
Baca Juga: Satu Keputusan Finansial di Usia 25 yang Bisa Bernilai Rp1 Miliar Saat Anda Berusia 55 Tahun
Pengalaman lintas wilayah itu memberi perspektif yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kantor pusat.
Selain aktif di dalam negeri, Daniel juga terlibat dalam kerja sama regional melalui organisasi Heads of ASEAN Power Utilities/Authorities (HAPUTahu
Sejak 2013, ia dipercaya menjadi salah satu pemimpin proyek yang berfokus pada pengembangan pedoman implementasi smart grid bagi perusahaan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Libur Sekolah Jadi Momen Hemat Rp3 Triliun, Tapi Kenapa Program MBG Malah Menuai Gelombang Protes?
Peran tersebut memperluas wawasannya mengenai tren modernisasi sistem ketenagalistrikan yang sedang berkembang di berbagai negara.
Kini, ketika Indonesia menghadapi tantangan besar berupa peningkatan kebutuhan energi dan percepatan transisi menuju energi bersih, pengalaman tersebut menjadi aset berharga.
Sebagai Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Daniel akan memegang tanggung jawab besar dalam memastikan jaringan transmisi terus berkembang sesuai kebutuhan nasional.
Baca Juga: Kenapa Kopi Sachet Seharga 3 Ribu Itu Lebih Revolusioner dari Cold Brew 80 Ribu?
Ia juga memiliki peran penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik dan membuka jalan bagi integrasi energi baru terbarukan ke dalam sistem nasional.
Artikel Terkait
100 Tahun Menghilang, Burung Misterius Ini Tiba-Tiba Muncul Lagi di Indonesia dan Mengejutkan Para Peneliti
Satu Keputusan Finansial di Usia 25 yang Bisa Bernilai Rp1 Miliar Saat Anda Berusia 55 Tahun
Libur Sekolah Jadi Momen Hemat Rp3 Triliun, Tapi Kenapa Program MBG Malah Menuai Gelombang Protes?
Kenapa Kopi Sachet Seharga 3 Ribu Itu Lebih Revolusioner dari Cold Brew 80 Ribu?
Tagihan Listrik Bisa Jadi Petunjuk Pajak? Begini Cara Coretax Membaca Jejak Aktivitas Warga
Generasi yang Tumbuh Tanpa Mall Kini Mendefinisikan Ulang 'Nongkrong' — Ini Hasilnya
Keuangan Syariah Bukan Cuma untuk yang Religius — Ini Logika Bisnis yang Membuatnya Terus Tumbuh