TITIKTEMU.CO-Pernah terpikir bahwa angka pada tagihan listrik rumah bisa menjadi petunjuk bagi petugas pajak?
Di era digital seperti sekarang, ternyata jejak aktivitas ekonomi seseorang tidak lagi hanya terlihat dari laporan keuangan atau setoran pajak semata.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini memiliki alat yang jauh lebih canggih untuk membaca gambaran ekonomi wajib pajak.
Namanya Coretax, sebuah sistem administrasi perpajakan yang perlahan mengubah cara negara memantau kepatuhan pajak masyarakat.
Yang menarik, sistem ini tidak bekerja sendirian.
Coretax kini telah terhubung dengan berbagai sumber data eksternal, mulai dari perusahaan listrik negara, sektor perbankan, operator telekomunikasi, hingga sejumlah lembaga pemerintah lainnya.
Tujuannya sederhana: memastikan laporan pajak yang disampaikan benar-benar masuk akal jika dibandingkan dengan aktivitas ekonomi seseorang.
Bayangkan seseorang memiliki rumah besar dengan konsumsi listrik yang sangat tinggi setiap bulan. Dari data yang masuk, terlihat penggunaan daya mencapai level yang biasanya menunjukkan kondisi ekonomi cukup mapan.
Baca Juga: Tom Holland Sudah Punya Pengganti Spider-Man? Nama Ini Bikin Fans Marvel Langsung Penasaran
Namun ketika laporan pajaknya diperiksa, ternyata jumlah pajak yang dibayarkan relatif kecil.
Di sinilah teknologi mulai memainkan perannya.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa data konsumsi listrik dapat menjadi salah satu indikator untuk mengukur kewajaran pelaporPenasara.
Bukan berarti tagihan listrik otomatis menentukan jumlah pajak yang harus dibayar, tetapi data tersebut dapat menjadi pembanding untuk melihat apakah kondisi ekonomi yang tercermin dalam konsumsi sejalan dengan laporan perpajakan yang disampaikan.
Artikel Terkait
Listrik Tiba-Tiba Padam di Bandung Raya, Benarkah Ini Sinyal Ancaman Krisis Energi yang Lebih Besar?
Buku Keuangan Populer Itu Salah? Ini 5 Saran yang Tidak Berlaku di Indonesia
Lowongan Kerja PAMA 2026 Dibuka untuk Lulusan S1 Teknik, Simak Posisi dan Syaratnya
100 Tahun Menghilang, Burung Misterius Ini Tiba-Tiba Muncul Lagi di Indonesia dan Mengejutkan Para Peneliti
Satu Keputusan Finansial di Usia 25 yang Bisa Bernilai Rp1 Miliar Saat Anda Berusia 55 Tahun
Libur Sekolah Jadi Momen Hemat Rp3 Triliun, Tapi Kenapa Program MBG Malah Menuai Gelombang Protes?
Kenapa Kopi Sachet Seharga 3 Ribu Itu Lebih Revolusioner dari Cold Brew 80 Ribu?