Tidak sedikit yang mulai mengandalkan tabungan untuk menutup kebutuhan bulanan.
Baca Juga: Indomaret Tutup Hari Ini 31 Mei – 1 Juni 2026: Alasan dan Jadwal Buka Kembali
Ada pula yang terpaksa menambah pekerjaan sampingan.
Sebagian lainnya memilih berutang untuk mempertahankan standar hidup yang sebelumnya terasa normal.
Ketika kelas menengah melemah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu.
Perekonomian nasional juga ikut terkena efeknya.
Selama ini, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi Indonesia.
Kontribusinya bahkan mencapai lebih dari separuh Produk Domestik Bruto atau PDB nasional.
Artinya, ketika jutaan keluarga mulai mengurangi belanja, roda ekonomi ikut melambat.
Toko menjual lebih sedikit barang.
Pelaku usaha menerima lebih sedikit pelanggan.
Investasi baru menjadi lebih berhati-hati.
Pada akhirnya, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak sektor sekaligus.
Artikel Terkait
Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?
Lelah saat mau santai? Kenali leisure anxiety, paradoks me time yang malah bikin stres para wanita.
Tinggal di Rumah Kecil, Tapi Hatinya Lapang: Kisah Keluarga Urban yang Memilih Slow Living
Pindah ke Kota Kecil Bukan Kalah — Tren 'Slow Living Migration' yang Diam-Diam Mengubah Peta Urban Indonesia
Slow Living Bukan Tren Bule — Ini Alasan Gen Z Indonesia Mulai Memilih Hidup Lebih Pelan *Angle: gaya hidup slow living semakin digandrungi generasi m
Tren Self Expression 2026: Dari Fashion Kenapa Anak Muda Indonesia Rela Potong Anggaran Makan demi Tetap Tampil Kece di Medsos?