TITIKTEMU.CO-Dulu Raka dan Dinda berpikir kebahagiaan harus datang dari rumah besar, mobil baru, dan hidup yang terlihat sukses di media sosial.
Mereka bekerja keras hampir setiap hari demi mengejar semua itu.
Pagi terburu-buru, malam penuh kelelahan.
Anak mereka bahkan lebih sering bertemu pengasuh dibanding orang tuanya sendiri.
Baca Juga: Slow Living di Desa, Nasehat untuk Orang Kota: Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata
Sampai suatu hari mereka sadar ada yang salah.
Rumah makin besar barang makin banyak.
Namun hidup terasa makin sempit.
Akhirnya pasangan muda itu mengambil keputusan yang dianggap aneh oleh banyak teman mereka.
Mereka pindah ke rumah kecil di tengah kota.
Baca Juga: Shrinkflasi: Saat Produk Favoritmu Mengecil Tapi Harganya Tidak Turun
Bukan rumah mewah.
Bukan rumah dua lantai dengan dapur estetik seperti di Pinterest.
Rumah itu sederhana, halamannya kecil.
Ruang tamunya menyatu dengan area makan.
Artikel Terkait
Menikmati Slow Living di Wonogiri: Hidup Tenang di Kota yang Kerap Dipandang Sebelah Mata
Slow Living 2026: Hidup Santai Tapi Lebih Berani Bereksperimen Tanpa Takut Gagal
Slow Living di Desa, Nasehat untuk Orang Kota: Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata
Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?
Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?