TITIKTEMU.CO-Dulu, menjadi bagian dari kelas menengah sering dianggap sebagai tanda kehidupan yang mulai stabil.
Gaji cukup untuk kebutuhan bulanan.
Masih ada ruang untuk menabung.
Sesekali bisa berlibur tanpa harus menghitung setiap rupiah.
Baca Juga: Sandwich Generation Indonesia: Menanggung Orang Tua dan Anak Sekaligus, Lalu Kapan Bisa Menabung?
Namun kondisi itu kini mulai berubah bagi banyak keluarga Indonesia.
Dalam lima tahun terakhir, sekitar 9,5 juta orang dilaporkan turun dari kelompok kelas menengah.
Angka ini bukan sekadar statistik ekonomi.
Baca Juga: Profil Tania Widjaya, Pilot Perempuan Garuda yang Ukir Sejarah dengan Menerbangkan Presiden RI
Di baliknya ada jutaan cerita tentang keluarga yang harus mengubah gaya hidup dan menyesuaikan harapan.
Sebagian mulai mengurangi pengeluaran yang sebelumnya dianggap biasa.
Makan di luar menjadi lebih jarang.
Liburan ditunda.
Belanja kebutuhan non-prioritas mulai dikurangi.
Artikel Terkait
Tren Smart Home 2026: Investasi Hemat Energi atau Sekadar Pemborosan Gaya Hidup?
Lelah saat mau santai? Kenali leisure anxiety, paradoks me time yang malah bikin stres para wanita.
Tinggal di Rumah Kecil, Tapi Hatinya Lapang: Kisah Keluarga Urban yang Memilih Slow Living
Pindah ke Kota Kecil Bukan Kalah — Tren 'Slow Living Migration' yang Diam-Diam Mengubah Peta Urban Indonesia
Slow Living Bukan Tren Bule — Ini Alasan Gen Z Indonesia Mulai Memilih Hidup Lebih Pelan *Angle: gaya hidup slow living semakin digandrungi generasi m
Tren Self Expression 2026: Dari Fashion Kenapa Anak Muda Indonesia Rela Potong Anggaran Makan demi Tetap Tampil Kece di Medsos?