Nilai-nilai tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keteguhan hati itulah yang membuat kisah Ramayana tetap relevan hingga sekarang. Meski berasal dari cerita klasik, pesan yang terkandung di dalamnya masih dekat dengan kehidupan masyarakat modern.
Keberhasilan "Shinta Ilang" sekali lagi menegaskan posisi "Ramayana Balekambang" sebagai salah satu ikon pertunjukan budaya di Kota Solo. Di tengah derasnya arus hiburan digital, ribuan orang masih rela meluangkan waktu untuk menikmati pertunjukan tradisional yang sarat nilai dan makna.
Malam di Taman Balekambang pun berakhir dengan tepuk tangan panjang. Namun bagi banyak penonton, kisah tentang Shinta, Rama, dan pengorbanan Jatayu tampaknya akan tinggal lebih lama dalam ingatan. Sebab dari sebuah panggung terbuka di Solo, mereka tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga merasakan kembali makna kehilangan, kesetiaan, dan cinta yang tak lekang oleh zaman.
Sebagaimana pertunjukan sendratari yang rutin digelar di tempat wisata ini, animo penonton untuk menyerbu para pemeran di panggung untuk berswafoto tidak dapat dihindari. ***
Artikel Terkait
Bupati Demak Pentas Kethoprak Wayang, Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal
Tampang Garang Hati Dermawan, Rame rame Rocker Solo Pentas Amal untuk Korban Erupsi Gunung Semeru
Kover Anthem AC Milan, Rumah Angklung Diundang Pentas ke Italia. Gilang dan Raffi Ahmad Sumbang 500 Juta
Mau Liburan Akhir Tahun di Solo, Ini Jadwal Pentas Wayang Orang Sriwedari Desember 2023, Lengkap!!
Sampaikan Duka Cita, Ganjar Pranowo Melayat ke Rumah Subono. Ini Pesan Terakhir Pemeran Semar yang Meninggal Usai Pentas di Hajatan Rakyat
Aseek, Purbalingga Bakal Perbanyak Pentas Seni Budaya Lokal
Jadwal Pentas Wayang Orang Sriwedari Solo Juli 2024, Lengkap dengan Lakon dan Harga Tiket Masuknya
Ada Talkshow, Pentas Kesenian hingga Pemutaran Sinema Kethoprak Di HUT Bantul
Ini Baru Keren, Pentas Wayang Kulit Dalangnya Mahasiswa
Pentas Teater Djarum di Teater Arena Solo, Para Petarung: Drama Musikal Perjuangan Kaum Kecil