Pentas Teater Djarum di Teater Arena Solo, Para Petarung: Drama Musikal Perjuangan Kaum Kecil  

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 27 September 2025 | 22:14 WIB
Pentas Teater Djarum di Teater Arena Solo, Para Petarung: Drama Musikal Tentang Perjuangan Kaum Kecil. (Taman Budaya Jawa Tengah)
Pentas Teater Djarum di Teater Arena Solo, Para Petarung: Drama Musikal Tentang Perjuangan Kaum Kecil. (Taman Budaya Jawa Tengah)

TITIKTEMU.CO - Teater Djarum kembali membuka perjalanan panggungnya di tahun 2025 dengan lakon terbaru berjudul Para Petarung, sebuah karya sutradara Asa Jatmiko.

Pentas ini  Berlangsung DUA HARI 25-25 September 2025 di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah. Sebelumnya, teaterpertunjukan ini sudah menyapa beberapa kota seperti Surabaya, Bandung,dan Kudus.

Berbeda dari produksi sebelumnya, Para Petarung tampil dalam format musikal. Musikalitas menjadi tantangan terbesar bagi para aktor. Mereka tidak hanya menyampaikan emosi lewat dialog, tapi juga melalui lagu.

“Aktor adalah pusat yang menggerakkan lakon. Mereka harus bisa menghidupkan karakter,” kata Asa Jatmiko.

Baca Juga: Pementasan Teater “Punakawan Pensiun: Ketika Saya Lelah Menjadi yang Biasa”, Hari Ini Di Yogya

Kisah Tentang Orang-Orang Kecil

Para Petarung menghadirkan tokoh utama bernama Partiyem, sosok yang mewakili perjuangan orang-orang kecil yang hidup dalam ketakutan dan kesulitan.

Narasi ini berfokus pada bagaimana mereka berjuang mempertahankan martabat, meski hidup di bawah bayang-bayang kekuasaan yang menindas.

Lakon ini bukan hanya tentang bagaimana bertahan hidup, tapi juga tentang kepercayaan. Seberapa jauh kita bisa mempercayai orang lain, bahkan mereka yang paling dekat sekalipun?

Format Musikal yang Segar

Pilihan sutradara menghadirkan teater musikal membawa warna baru bagi Teater Djarum. Dengan dukungan 10 aktor, 10 anggota koor, dan lebih dari 20 kru artistik, musikal ini tampil penuh warna.

Dialog, lagu dan paduan suara menciptakan atmosfer tersendiri. Dialog sederhana seperti kalimat ‘Kehidupan di luar rumah tak bisa diduga, ia selalu penuh kejutan’ terasa semakin kuat ketika dipadukan dengan musik.

Penonton bukan hanya menyaksikan sebuah pertunjukan teater, tetapi juga terbawa arus emosi yang naik-turun sesuai irama.

Baca Juga: Sambut Hari Teater Dunia 2024, Sejumlah Kelompok Teater dan Kethoprak Bakal Ramaikan Sala Hatedu 11 di Solo, Cek Jadwal Penampilannya di Sini!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X