TITIKTEMU.CO - Ryan Adriandhy kembali membuktikan kemampuannya meramu cerita penuh imajinasi ke dalam visual yang memikat.
Setelah sukses dengan animasi Jumbo, kini ia menghadirkan pengalaman berbeda lewat film live-action berjudul Na Willa.
Diadaptasi dari buku Na Willa: Serial Catatan Kemarin karya Reda Gaudiamo, film ini bukan sekadar tontonan, melainkan perjalanan emosional yang membawa penonton kembali ke dunia masa kecil.
Baca Juga: Fenomena Daun Diam Saat Salat Id: Benarkah Alam Ikut Bertakbir? Ini Penjelasan Sains dan Islam
Sejak awal, Na Willa sudah terasa seperti pintu menuju kenangan.
Berlatar Surabaya tahun 1960-an, film ini menghadirkan detail yang begitu hidup—mulai dari tata ruang, warna, hingga kebiasaan sehari-hari yang terasa autentik.
Penonton seolah diajak masuk ke sudut pandang seorang anak berusia enam tahun yang penuh rasa ingin tahu, polos, dan jujur.
Kekuatan utama film ini terletak pada kemampuannya menangkap momen sederhana yang justru sangat relatable.
Baca Juga: WFH ASN dan Swasta Mulai Berlaku Usai Lebaran, Pemerintah Targetkan Hemat BBM hingga 20 Persen
Misalnya, adegan saat Na Willa bermain dengan tumpukan kacang hijau di warung, yang secara tak langsung membangkitkan memori masa kecil banyak orang.
Atau momen klasik ketika keinginan anak untuk memiliki sesuatu ditunda dengan kalimat “nanti saja”—sebuah realita yang hampir semua orang pernah alami.
Ryan berhasil menerjemahkan sudut pandang anak-anak ke dalam bahasa visual yang segar dan kreatif.
Hal ini didukung oleh tim produksi yang bekerja dengan presisi tinggi.
Sinematografi dirancang sedemikian rupa agar penonton benar-benar “menjadi” Na Willa—bahkan sudut kamera sering kali menempatkan orang dewasa hanya terlihat sebagian, seolah mengikuti perspektif anak kecil.
Artikel Terkait
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, KontraS Soroti Perbedaan Temuan Polisi dan TNI
Wahai Pemudik, Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 24 Maret 2026
Viral Salat Id Dibubarkan di Sukoharjo, Begini Penjelasan Pemerintah Desa Kedungwinong
30 Pantun Lebaran 2026, Ucapan Idul Fitri Penuh Makna hingga Humor Segar
Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran
Fenomena Daun Diam Saat Salat Id: Benarkah Alam Ikut Bertakbir? Ini Penjelasan Sains dan Islam
Jadwal KRL Jogja–Solo Lebaran 2026 Ditambah Jadi 34 Perjalanan Periode 22-24 Maret, Ini Rute dan Jam Lengkapnya
Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo 22–24 Maret 2026, Cek Jam Berangkat, Rute, dan Cara Naiknya
Kapan Mulai Puasa Syawal 2026? Ini Jadwal, Niat, dan Tata Cara Lengkapnya
WFH ASN dan Swasta Mulai Berlaku Usai Lebaran, Pemerintah Targetkan Hemat BBM hingga 20 Persen