Prabowo Putar Arah Soal Iran, Kirim Duka untuk Khamenei, Beri Sinyal Keluar dari Board of Peace

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 6 Maret 2026 | 07:05 WIB
Prabowo Putar Arah Soal Iran, Kirim Duka untuk Khamenei, Beri Sinyal Keluar dari Board of Peace. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Prabowo Putar Arah Soal Iran, Kirim Duka untuk Khamenei, Beri Sinyal Keluar dari Board of Peace. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

TITIKTEMU.CO - Sikap pemerintah Indonesia terhadap konflik di Timur Tengah mulai menunjukkan arah yang lebih jelas.

Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal perubahan pendekatan setelah sebelumnya dinilai sangat berhati-hati dalam merespons ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Perubahan itu terlihat dari dua langkah penting, yaitu menyampaikan surat duka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Sinyal kedua, pemerintah mulai mengevaluasi kemungkinan Indonesia untuk keluar dari forum internasional Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Baca Juga: Peta Konflik Timur Tengah Memanas, Ini Dampak Perang AS–Israel vs Iran di Negara Teluk 

Awalnya Pilih Jalur Mediasi

Pada awal pecahnya konflik antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan pernyataan keras.

Bahkan hingga beberapa hari setelah serangan militer pertama terjadi, Prabowo belum memberikan sikap terbuka terkait agresi tersebut.

Sebaliknya, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah menyebut Indonesia siap membantu membuka ruang dialog jika kedua pihak yang bertikai bersedia menempuh jalur diplomasi.

Pendekatan tersebut memicu kritik dari sebagian kalangan di dalam negeri yang menilai Indonesia seharusnya bersikap lebih tegas terhadap pelanggaran hukum internasional.

Bahkan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, lebih dulu menyampaikan ucapan duka atas wafatnya Ali Khamenei.

Sebagian pengamat melihat sikap hati-hati pemerintah sebagai langkah diplomasi yang realistis. Saat itu Indonesia baru bergabung dengan Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Video Viral Perlihatkan Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Masih Hidup, Lolos dari Serangan? 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X