93 Sekolah Rakyat Permanen Dibuka, Jadi Harapan Baru Anak Keluarga Kurang Mampu

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:44 WIB
Ilustrasi Foto. Sekolah rakyat (Foto/Biro Komunikasi Publik Kementerian PU.)
Ilustrasi Foto. Sekolah rakyat (Foto/Biro Komunikasi Publik Kementerian PU.)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah akan membuka 93 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut diharapkan menjadi jalan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali mendapatkan pendidikan dan meraih cita-cita.

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rencana tersebut dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dengan tambahan 93 sekolah permanen tersebut, jumlah Sekolah Rakyat yang mencakup sekolah rintisan dan sekolah permanen nantinya mencapai 182 sekolah.

“Semua kabupaten akan punya satu sekolah rakyat,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar menambah jumlah lembaga pendidikan. Program tersebut menjadi upaya pemerintah membuka kembali kesempatan belajar bagi anak-anak yang sebelumnya harus menghadapi keterbatasan ekonomi hingga terpaksa meninggalkan sekolah.

Baca Juga: Prabowo Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT, Pejabat Dikerahkan ke Lokasi

Kisah Rizki, Sempat Putus Sekolah dan Membawa 30 Kg Ikan

Salah satu kisah yang disampaikan Prabowo adalah perjalanan Muhammad Rizki Pratama, seorang siswa berusia 12 tahun.

Sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat, Rizki sempat mengalami putus sekolah. Dalam kesehariannya, ia bahkan harus mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.

Kondisi tersebut membuat Rizki harus menjalani kehidupan yang jauh dari aktivitas anak-anak seusianya.

“Bayangkan, Rizki berdiri lagi. Bayangkan, badan seperti ini, naik sepeda, membawa 30 kilo ikan. Luar biasa kau Rizki, kau anak yang baik,” kata Prabowo.

Saat pertama masuk Sekolah Rakyat, Rizki disebut belum lancar membaca dan masih mengalami kesulitan dalam berhitung.

Namun, kesempatan untuk kembali bersekolah membuat Rizki perlahan dapat menata kembali masa depannya.

“Ia sempat putus sekolah, dan waktu masuk Sekolah Rakyat, ia belum lancar membaca, dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini, Rizki kembali ke sekolah,” tutur Prabowo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X