Tragis di Ruang Sidang UIN Suska: Cinta Ditolak Berujung Pembacokan, Pelaku Terancam 12 Tahun Penjara

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 27 Februari 2026 | 21:45 WIB
Menyoroti kasus pembacokan seorang mahasiswi di kampus UIN Suska Riau yang tengah viral di medsos.  (Instagram.com/@unikinfold)
Menyoroti kasus pembacokan seorang mahasiswi di kampus UIN Suska Riau yang tengah viral di medsos. (Instagram.com/@unikinfold)

TITIKTEMU.CO - Jagat media sosial diguncang kabar memilukan dari Riau. Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim atau UIN Suska Riau, berinisial AP (23), menjadi korban pembacokan saat tengah menjalani seminar proposal.

Peristiwa mengejutkan itu terjadi di ruang sidang kampus pada Kamis pagi, 26 Februari 2026, sekitar pukul 07.30 WIB.

Terduga pelaku berinisial RM (22), yang diketahui juga merupakan mahasiswa di kampus yang sama. Insiden ini sontak memicu gelombang reaksi publik, terutama setelah beredar tangkapan layar unggahan media sosial yang diduga dibuat pelaku sehari sebelum kejadian.

Baca Juga: ABK 3 Hari Langsung Dituntut Mati? Hotman Paris Bongkar Kejanggalan Kasus 2 Ton Sabu Sea Dragon

Unggahan Puitis yang Jadi Sorotan

Sehari sebelum pembacokan, beredar tulisan bernada puitis yang diduga diunggah oleh pelaku di media sosial.

Dalam tangkapan layar yang viral, terdapat kalimat berbahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, seperti “Cintaku adalah bunga di tanganmu” dan “Ini adalah waktu kita, aku akan memberimu sesuatu yang tak terlupakan.”

Unggahan tersebut kini menjadi perhatian warganet. Banyak yang menduga ada keterkaitan antara pesan bernuansa romantis itu dengan insiden kekerasan yang terjadi keesokan harinya.

Baca Juga: Air Mata di Ruang Tipikor: Riva Siahaan Membungkuk di Hadapan Pendukung Jelang Vonis Kasus Minyak

Spekulasi pun bermunculan mengenai hubungan pribadi antara korban dan pelaku.
Namun di balik riuhnya asumsi publik, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Motif Diduga Cinta Tak Berbalas

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Zahwani Pandra, mengungkapkan bahwa motif pembacokan diduga dipicu oleh perasaan cinta pelaku yang tidak berbalas.

“Pelaku menyukai korban, namun perasaannya ditolak,” ujar Pandra dalam keterangan resminya.

Menurut kepolisian, korban dan pelaku saling mengenal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X