TITIKTEMU.CO - Ramadhan sering dimulai dengan semangat membara, jadwal ibadah rapi, target khatam ambisius, dan niat memperbaiki diri yang terasa begitu kuat.
Namun memasuki pertengahan bulan, ritme mulai melambat, rasa lelah muncul, dan fokus bisa terpecah oleh rutinitas harian, padahal justru di fase inilah konsistensi diuji dan peluang pahala semakin terbuka lebar.
Karena Rasulullah SAW memberi teladan bahwa semakin mendekati sepuluh malam terakhir beliau semakin mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Recharge Iman di Tengah Ramadan: Cara Simpel Bikin Puasa Lebih Nendang dan Penuh Makna
Sebuah isyarat bahwa separuh akhir Ramadhan bukan waktu untuk turun tempo melainkan menaikkan intensitas.
Salah satu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan di paruh Ramadhan adalah memperbaiki kualitas shalat malam, karena di sanalah ruang sunyi tercipta antara hamba dan Rabb-nya, dan Allah sendiri berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 79.
Yaitu tentang keutamaan tahajud sebagai ibadah tambahan yang bisa mengangkat derajat, sehingga jika di awal Ramadhan kita masih bolong-bolong tarawih atau tahajud.
Baca Juga: Arya Iwantoro, LPDP, dan Jejak Global yang Jadi Sorotan: Prestasi, Janji, dan Kontroversi
Maka sekarang adalah waktu terbaik untuk memperbaiki ritme dan menjadikannya kebiasaan hingga akhir bulan.
Selain itu, jangan abaikan interaksi dengan Al-Qur’an, sebab Ramadhan adalah syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.
Sehingga membaca, memahami, dan merenungi isinya bukan sekadar target khatam, melainkan upaya menyelaraskan hati dengan petunjuk hidup, dan bila target satu juz sehari terasa berat, mulailah dengan konsisten beberapa halaman.
Baca Juga: Alex Noerdin Meninggal Dunia, Status Hukumnya Gugur: Ini Penjelasan Resmi Kejagung
Tetapi dengan tadabbur yang lebih dalam agar hubungan dengan Al-Qur’an terasa personal dan menyentuh.
Di paruh Ramadhan pula, semangat berbagi harus ditingkatkan, karena pahala sedekah di bulan ini dilipatgandakan, dan Rasulullah SAW dikenal paling dermawan ketika Ramadhan tiba (HR. Bukhari).
Artikel Terkait
Lulusan S3 Oxford Ini Pilih Jadi Guru di Yogya: Kisah Aishah Prastowo, Awardee LPDP yang Pulang untuk Mengabdi
Viral Cukup Aku yang WNI, Dirut LPDP Buka Suara: Ingat, Itu Uang Pajak Rakyat!
Polemik Dana MBG 2026: BGN vs PDIP soal Anggaran Pendidikan
PDIP Bongkar Data APBN 2026: Rp 223,5 Triliun Dana MBG Masuk Pos Anggaran Pendidikan
Kami Sudah Capek Miskin! Momen Haru Bupati Nias Utara Sujud Minta Keadilan untuk Daerah 3T
Alex Noerdin Meninggal Dunia, Status Hukumnya Gugur: Ini Penjelasan Resmi Kejagung
Recharge Iman di Tengah Ramadan: Cara Simpel Bikin Puasa Lebih Nendang dan Penuh Makna
Daftar ATM Mandiri dan ATM BNI Pecahan 10 Ribu dan 20 Ribu untuk Lebaran 2026, Cek Lokasi di Berbagai Kota
Arya Iwantoro, LPDP, dan Jejak Global yang Jadi Sorotan: Prestasi, Janji, dan Kontroversi
Galaxy S26 Resmi Mendarat: AI Makin Tak Terlihat, Tapi Ngebut Maksimal