Sehingga berburu pahala tidak selalu identik dengan ibadah yang terlihat besar, melainkan bisa dimulai dari hal sederhana seperti berbagi takjil, membantu keluarga tanpa diminta, atau mentransfer sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan engan niat tulus karena Allah.
Jangan lupa pula memburu Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3).
Karena meskipun tidak ada yang tahu pasti kapan datangnya malam itu, Rasulullah menganjurkan mencarinya di sepuluh malam terakhir
Sehingga memperbanyak doa seperti “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” menjadi investasi spiritual yang tak ternilai.
Paruh Ramadhan bukan alarm untuk menyerah, melainkan pengingat bahwa waktu terus berkurang dan kesempatan tidak selalu terulang.
Sehingga alih-alih menghitung sisa hari menuju Lebaran, lebih baik menghitung peluang pahala yang masih bisa dikumpulkan.
Sebab siapa tahu Ramadhan kali ini adalah yang terakhir dan setiap detik yang dihidupkan dengan ibadah akan menjadi saksi yang menyelamatkan di hari perhitungan.***
Artikel Terkait
Lulusan S3 Oxford Ini Pilih Jadi Guru di Yogya: Kisah Aishah Prastowo, Awardee LPDP yang Pulang untuk Mengabdi
Viral Cukup Aku yang WNI, Dirut LPDP Buka Suara: Ingat, Itu Uang Pajak Rakyat!
Polemik Dana MBG 2026: BGN vs PDIP soal Anggaran Pendidikan
PDIP Bongkar Data APBN 2026: Rp 223,5 Triliun Dana MBG Masuk Pos Anggaran Pendidikan
Kami Sudah Capek Miskin! Momen Haru Bupati Nias Utara Sujud Minta Keadilan untuk Daerah 3T
Alex Noerdin Meninggal Dunia, Status Hukumnya Gugur: Ini Penjelasan Resmi Kejagung
Recharge Iman di Tengah Ramadan: Cara Simpel Bikin Puasa Lebih Nendang dan Penuh Makna
Daftar ATM Mandiri dan ATM BNI Pecahan 10 Ribu dan 20 Ribu untuk Lebaran 2026, Cek Lokasi di Berbagai Kota
Arya Iwantoro, LPDP, dan Jejak Global yang Jadi Sorotan: Prestasi, Janji, dan Kontroversi
Galaxy S26 Resmi Mendarat: AI Makin Tak Terlihat, Tapi Ngebut Maksimal