Baca Juga: Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Jumat, 26 Desember 2025: Pertamax hingga Dexlite Resmi Naik
Gelombang Demonstrasi dan Isu Represi
Akhir Agustus 2025, demonstrasi besar pecah di berbagai kota. Aksi mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil dipicu isu ekonomi dan kebijakan publik.
Aksi masyarakat sipil ini dipicu keresahan ekonomi dan kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Situasi memanas setelah insiden tragis menewaskan seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, Agustus 2025.
Affan tewas setelah ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Rimueng milik Brimob Polda Metro Jaya. Peristiwa terjadi di tengah aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa juga memunculkan represi apparat yang berlebih, sekaligus menjadi alarm serius bagi demokrasi. Sejumlah kasus penculikan, intimidasi, hingga pembunuhan aktivis lingkungan dan sosial muncul.
Aktivis yang bersuara kritis terhadap kebijakan negara maupun korporasi besar menghadapi tekanan yang semakin nyata. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa negara gagal melindungi kebebasan sipil.
Baca Juga: Dana Tertahan di DSI Capai Rp1,2 Triliun, Dude Harlino Buka Suara dan Dampingi Lender
Tumbler Tuku hingga Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Fenomena viral juga lahir dari peristiwa sehari-hari, seperti kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL yang memicu debat luas soal kepercayaan publik terhadap layanan transportasi.
Unggahan penumpang KRL yang juga pemilik tubler bernama Anita di media sosial menjadi viral dan memicu perdebatan tentang perilaku tak pantas yang ditunjukkan Anita. Aksinya berdampak pada petugas KRL.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Perhatian masyarakat juga tersedot oleh insiden ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Ledakan yang terjadi saat aktivitas sekolah berlangsung menyebabkan 97 orang mengalami luka-luka.
Polisi menetapkan seorang siswa sebagai pelaku, sementara pemerintah dan pihak sekolah fokus pada pemulihan fisik dan psikologis korban. Peristiwa ini membuka diskusi soal keamanan sekolah dan kesehatan mental remaja.
Lisa Mariana, Arya Daru, dan Soeharto
Artikel Terkait
Daftar Kenaikan UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia, Jakarta Tertinggi
Promo Nataru 2025: Diskon 25 Persen Tiket KA Jarak Jauh Berlaku 25-31 Desember, Cek Syaratnya
UMP 2026 Ditetapkan: Buruh Jakarta Menolak, Aceh dan Papua Masih Menunggu
Dua Kubu PBNU Sepakat Islah, Gelar Muktamar NU Bersama
Polisi Tetapkan Doktif Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik, Upayakan Mediasi