Kaleidoskop 2025: Tahun Penuh Gejolak, dari Tumbler Tuku hingga Bencana Sumatera

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 26 Desember 2025 | 12:05 WIB
Kaleidoskop 2025: Tahun Penuh Gejolak, dari Tumbler Tuku hingga Bencana Sumatera. (ANTARAFOTO)
Kaleidoskop 2025: Tahun Penuh Gejolak, dari Tumbler Tuku hingga Bencana Sumatera. (ANTARAFOTO)

Skandal Korupsi Pertamina dan CPO

Tahun 2025 juga diwarnai skandal korupsi besar. Kejaksaan Agung membongkar dugaan korupsi tata niaga minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero).

Kerugian negara ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah, menjadikannya salah satu kasus korupsi energi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) juga mencuat. Negara berhasil menarik kembali lebih dari Rp13 triliun dana hasil korupsi.

#KaburAjaDulu dan Suara Generasi Muda

Media sosial menjadi cermin kegelisahan publik lewat viralnya tagar #KaburAjaDulu. Ribuan anak muda menyuarakan keinginan mencari masa depan di luar negeri.

Hal ini dipicu akibat minimnya lapangan kerja, mahalnya pendidikan, dan ketidakpastian ekonomi.

Fenomena ini berkembang menjadi diskursus nasional tentang bonus demografi yang belum dikelola optimal, sekaligus sinyal menurunnya kepercayaan generasi muda terhadap masa depan di dalam negeri.

Baca Juga: Anggaran Tak Terserap, Purbaya Sebut Rp10 Triliun Dana K/L Dikembalikan ke Negara

Aura Farming dan Budaya Lokal Mendunia

Di tengah kabar kelam, muncul fenomena unik bernama aura farming. Video Rayyan Arkan Dikha yang berdiri tenang di ujung perahu saat Pacu Jalur di Riau viral dan ditiru hingga ke luar negeri.

Gaya sederhana penuh percaya diri itu dianggap merepresentasikan “vibe” alami yang kemudian mendunia. Fenomena ini tak hanya menjadi tren digital, tapi juga membawa perhatian global pada tradisi lokal Indonesia.

Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026

Harapan publik terhadap Timnas Indonesia pupus setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kekalahan di babak kualifikasi zona Asia memicu kekecewaan, terlebih dengan masuknya Patrick Kluivert sebagai pelatih.

Kluivert akhirnya dipecat pada Oktober 2025. Keputusan PSSI ini memicu kritik karena dianggap mencerminkan pembenahan sepak bola nasional yang kembali berjalan setengah jalan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X