Tak hanya itu, Satgas PKH juga akan melakukan penghitungan kerugian lingkungan dan mewajibkan pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pemulihan ekosistem.
Kerusakan Hutan Dinilai Kritis
Dalam pemaparannya, Febrie menyoroti kondisi hutan di Sumatera yang kian memprihatinkan, salah satunya di Taman Nasional Tesso Nilo.
Ia menyebut, dari total luas sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut kini hanya menyisakan sekitar 12 ribu hektare, dengan hutan primer yang tinggal sekitar 6.500 hektare.
Puluhan Perusahaan Terindikasi Terlibat
Satgas PKH juga telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga berkaitan langsung dengan kerusakan kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di berbagai wilayah Sumatera.
Di Aceh, terdapat sekitar 9 perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan DAS. Sementara di Sumatera Utara terdata 8 perusahaan, dan di Sumatera Barat diperkirakan terdapat 14 subjek hukum yang tengah didalami.
Satgas PKH menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelanggaran yang berkontribusi terhadap bencana ekologis, sekaligus memastikan pemulihan lingkungan berjalan sesuai aturan.***
Artikel Terkait
RESMI! Kalender 2026: 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama hingga Libur Lebaran Idul Fitri, Cek Jadwalnya di Sini
Jembatan Bailey Teupin Mane Dibuka, Akses Bantuan ke Bener Meriah Kembali Terhubung
Komedian David Nurbianto Keluhkan Sampah Menumpuk di Ciputat, Soroti Kinerja Pemkot Tangsel
Ranjau Paku Ditemukan di TN Tesso Nilo Riau, Diduga Sengaja Dipasang untuk Celakai Gajah Sumatera
Perwira Polisi Bongkar Aplikasi Ilegal Debt Collector, Diduga Jadi Senjata Matel Rampas Kendaraan di Jalan