Di Bawah Lumpur Galodo: Akhir Perjuangan Erik Menemukan Ibunya Meninggal dalam Sujud

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 1 Desember 2025 | 16:20 WIB
Di Bawah Lumpur Galodo: Akhir Perjuangan Erik Menemukan Ibunya Meninggal dalam Sujud. (ANTARAFOTO)
Di Bawah Lumpur Galodo: Akhir Perjuangan Erik Menemukan Ibunya Meninggal dalam Sujud. (ANTARAFOTO)

“Rumah mama sudah nggak ada. Lemas saya rasanya, tapi saya masih berharap mama selamat,” katanya.

Baca Juga: Perjuangan Menembus Tanah Terisolir: BNPB Kerahkan Pasukan Jalan Kaki dan Helikopter untuk Selamatkan Warga Tapanuli–Sibolga

Menyusuri Lumpur, Menantang Takut

Pada hari pertama bencana, Erik bermodal satu tekad: menemukan ibunya, apa pun kondisinya. Dia mengikuti setiap informasi penemuan jenazah.

“Setiap ada kantong mayat datang, saya lihat wajahnya. Saya takut, tapi harus saya lakukan untuk memastikan semuanya,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, kabar buruk lain datang bertubi-tubi. Bukan hanya ibunya yang hilang. Adik dan tiga keponakannya juga belum ditemukan.

Keesokan harinya, satu jenazah keponakannya ditemukan tujuh kilometer dari lokasi rumah. Erik menjemput, mengantar, lalu kembali ke titik bencana.

“Saya harus menemukan mama,” katanya, seolah kelelahan tidak berlaku untuk hari-hari itu.

Baca Juga: Ketika Logistik Terputus: Kisah Warga Berebut Harapan di Tengah Krisis Tapanuli dan Aceh

Keluarga Terisolasi, Makanan Habis, Waktu Menipis

Bencana memperparah keadaan. Keluarga lain di Jorong Subarang Aie terisolasi total. Hujan tidak kunjung berhenti, tanah belum stabil, dan bantuan belum bisa masuk.

“Kami yang di jalan utama saja tak bisa banyak bergerak, apalagi yang di dalam jorong,” kata Erik.

Sepupunya, Darul, nekat menerobos lumpur setinggi dada demi membawa makanan ke rumah kerabat yang terkepung galodo.

Di antara lumpur itu, mereka juga menggotong seorang warga yang mengalami luka berat untuk dibawa ke RSUD Lubuk Basung dengan menggunakan tandu darurat dan bahu para pemuda.

Bencana bukan hanya menghancurkan rumah, tapi juga memaksa warga mengukur ulang batas kesanggupan mereka, termasuk bahu-membahu sebatas bisa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X