“Rumah mama sudah nggak ada. Lemas saya rasanya, tapi saya masih berharap mama selamat,” katanya.
Menyusuri Lumpur, Menantang Takut
Pada hari pertama bencana, Erik bermodal satu tekad: menemukan ibunya, apa pun kondisinya. Dia mengikuti setiap informasi penemuan jenazah.
“Setiap ada kantong mayat datang, saya lihat wajahnya. Saya takut, tapi harus saya lakukan untuk memastikan semuanya,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, kabar buruk lain datang bertubi-tubi. Bukan hanya ibunya yang hilang. Adik dan tiga keponakannya juga belum ditemukan.
Keesokan harinya, satu jenazah keponakannya ditemukan tujuh kilometer dari lokasi rumah. Erik menjemput, mengantar, lalu kembali ke titik bencana.
“Saya harus menemukan mama,” katanya, seolah kelelahan tidak berlaku untuk hari-hari itu.
Baca Juga: Ketika Logistik Terputus: Kisah Warga Berebut Harapan di Tengah Krisis Tapanuli dan Aceh
Keluarga Terisolasi, Makanan Habis, Waktu Menipis
Bencana memperparah keadaan. Keluarga lain di Jorong Subarang Aie terisolasi total. Hujan tidak kunjung berhenti, tanah belum stabil, dan bantuan belum bisa masuk.
“Kami yang di jalan utama saja tak bisa banyak bergerak, apalagi yang di dalam jorong,” kata Erik.
Sepupunya, Darul, nekat menerobos lumpur setinggi dada demi membawa makanan ke rumah kerabat yang terkepung galodo.
Di antara lumpur itu, mereka juga menggotong seorang warga yang mengalami luka berat untuk dibawa ke RSUD Lubuk Basung dengan menggunakan tandu darurat dan bahu para pemuda.
Bencana bukan hanya menghancurkan rumah, tapi juga memaksa warga mengukur ulang batas kesanggupan mereka, termasuk bahu-membahu sebatas bisa.
Artikel Terkait
Begini Perkembangan Terkini Penanganan Bencana Sumut Menurut BNPB
Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Operasi Udara TNI Dikebut: 76.500 Ton Bantuan Sudah Terbang ke Sumut–Aceh, Daerah Terisolasi Jadi Prioritas
BNPB Update Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Meninggal, Tapanuli Tengah Paling Parah dan Komunikasi Pulih via Starlink
TNI Percepat Distribusi 76 Ribu Ton Bantuan ke Sumatera dan Aceh, 11 Helikopter Dikerahkan untuk Wilayah Terisolasi
Bencana Agam: 74 Warga Tewas, 2.500 Mengungsi, Kerugian Capai Rp13,9 Miliar
Kemenkes Ingatkan Warga Terdampak Banjir di Sumatra dan Aceh Waspada Penyakit Pascabencana
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala
Bencana Sumatra 2025: 303 Orang Meninggal, BNPB Ungkap Lonjakan Korban dan Tantangan Berat di Lapangan