Prabowo kembali mengingatkan bahwa negara membutuhkan pengelolaan anggaran yang efisien, terutama karena setiap rupiah yang dibelanjakan negara seharusnya kembali dalam bentuk layanan publik yang berkualitas.
Baca Juga: Medan Darurat: 19 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Mengungsi dan Wali Kota Pastikan BBM Aman
Ia menegaskan bahwa korupsi dan permainan anggaran hanya akan mencuri kesempatan bagi rakyat untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, kesejahteraan guru yang lebih baik, dan perbaikan infrastruktur sekolah.
“Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, perbaikan sekolah,” tuturnya.
Di akhir pidatonya, ia mengirim pesan tegas kepada seluruh aparatur negara:
“Jangan mencuri uang rakyat!”
Arah Baru Politik Anggaran Pemerintahan Prabowo
Pernyataan Presiden kali ini memperkuat komitmennya terhadap reformasi tata kelola anggaran.
Prabowo ingin memastikan sistem pengawasan diperketat, penegakan hukum ditingkatkan, dan budaya manipulasi anggaran diberantas hingga ke akarnya.
Ia menutup pidatonya dengan penegasan: tujuan utama pemerintahannya adalah memastikan setiap anggaran negara benar-benar kembali kepada rakyat—bukan berhenti di kantong para pelaku korupsi.***
Artikel Terkait
Rahasia Branding Produk UMKM yang Viral di TikTok Shop: Panduan Lengkap dari Nol
Seni Mengatakan 'Tidak': Cara Menjaga Energi Tanpa Merasa Bersalah
Mengapa Kita Sering Merasa Tidak Cukup? Psikologi Self-Worth yang Jarang Diajarkan
Bencana Sumatra 2025: 303 Orang Meninggal, BNPB Ungkap Lonjakan Korban dan Tantangan Berat di Lapangan
Medan Darurat: 19 Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Mengungsi dan Wali Kota Pastikan BBM Aman
Peringatan Kemenkes: Ancaman Penyakit Pascabanjir Mengintai, Posko dan RS Darurat Sudah Disiagakan di Sumatra
Bukan Malas, Kamu Hanya Lelah: Cara Menyembuhkan Mental Exhaustion Secara Perlahan
Rocky Gerung Soroti Setahun Prabowo: Terbebani Legacy Jokowi hingga Sorotan Dunia
Kasus Pungli Alsintan: Mentan Amran Langsung Pecat Staf yang Tipu Petani
Daftar Nomor Darurat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar