TITIKTEMU.CO - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil tindakan tegas dengan memecat seorang staf di Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian setelah terbukti melakukan pungutan liar terhadap petani.
Staf tersebut kedapatan mengaku sebagai direktur jenderal ketika turun ke lapangan dan meminta uang dalam jumlah besar agar petani mendapatkan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Dia itu hanya staf, tapi kalau di lapangan mengaku sebagai dirjen,” ujar Amran dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).
Tarif Pungli Capai Ratusan Juta Rupiah
Modus punglinya bukan sembarangan.
Oknum staf tersebut meminta uang antara Rp50 juta hingga Rp600 juta hanya untuk satu unit alsintan—padahal alat itu seharusnya 100 persen gratis karena merupakan bantuan resmi pemerintah.
“Tidak boleh menipu petani. Traktor bantuan pemerintah malah diminta dibayar Rp100 juta, Rp50 juta,” tegas Amran.
Baca Juga: Update Kasus Ledakan SMAN 72: Pelaku ABH Dipindah ke Rumah Aman, Psikis Belum Stabil
Bongkar Kasus dari Laporan “Lapor Pak Amran”
Kasus ini terungkap setelah masuk laporan ke kanal aduan WhatsApp “Lapor Pak Amran”, yang disediakan Mentan untuk memudahkan masyarakat melaporkan penyimpangan di lapangan, termasuk dari oknum internal Kementan.
Pelapor menyertakan bukti transfer uang, membuat kasus ini langsung direspons oleh Amran. Satgas Kementan dipanggil untuk turun tangan, kemudian oknumnya dipanggil dan mengaku bersalah.
“Berkasnya sudah kami serahkan ke satgas untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Amran.
Pungli Terjadi di 99 Titik, Pelaku Bukan Hanya dari Internal
Artikel Terkait
Rocky Gerung Bongkar Ulang Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik, Bukan Lompatan Teknologi, Hanya Proyek Pamer?
Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri: Reformasi Polri Diujung Masa Jabatan, Langkah Terselubung?
Rekening Masih Diblokir Usai Bebas, Kisah Ira Puspadewi Hidup dengan Rp1,2 Juta dan Bantuan Teman
Operasi Udara TNI Dikebut: 76.500 Ton Bantuan Sudah Terbang ke Sumut–Aceh, Daerah Terisolasi Jadi Prioritas
Ketika Semua Terlihat Lebih Cepat: Cara Tetap Waras di Era Overstimulation
Update Kasus Ledakan SMAN 72: Pelaku ABH Dipindah ke Rumah Aman, Psikis Belum Stabil
Kepergian Gary Iskak: Detik Kecelakaan, Kesaksian Sahabat, dan Jejak Sang Pecinta Motor
Kemenkes Ingatkan Warga Terdampak Banjir di Sumatra dan Aceh Waspada Penyakit Pascabencana
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala