Temuan Kementan menunjukkan praktik pungli serupa terjadi di 99 titik, bahkan di beberapa lokasi terjadi berkali-kali.
Pelaku pun tidak hanya berasal dari internal Kementan; lebih banyak lagi berasal dari pihak luar.
“Yang dari Kementan cuma satu orang, sisanya banyak dari luar. Dan staf ini langsung saya berhentikan hari ini,” ungkap Amran.
Ia juga menceritakan bahwa staf tersebut menangis ketika diinterogasi.
“Dia bilang khilaf. Bagaimana bisa khilaf kalau bolak-balik ambil uang? Petani sudah susah hidupnya, jangan dibebani lagi,” ucap Amran.
Dengan dibongkarnya kasus pungli besar-besaran ini, Kementan menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan bantuan alsintan benar-benar sampai ke tangan petani tanpa pungutan apa pun.
Mentan Amran menekankan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegast erhadap siapa pun yang merugikan petani.***
Artikel Terkait
Rocky Gerung Bongkar Ulang Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik, Bukan Lompatan Teknologi, Hanya Proyek Pamer?
Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Ray Rangkuti Soroti Manuver Kapolri: Reformasi Polri Diujung Masa Jabatan, Langkah Terselubung?
Rekening Masih Diblokir Usai Bebas, Kisah Ira Puspadewi Hidup dengan Rp1,2 Juta dan Bantuan Teman
Operasi Udara TNI Dikebut: 76.500 Ton Bantuan Sudah Terbang ke Sumut–Aceh, Daerah Terisolasi Jadi Prioritas
Ketika Semua Terlihat Lebih Cepat: Cara Tetap Waras di Era Overstimulation
Update Kasus Ledakan SMAN 72: Pelaku ABH Dipindah ke Rumah Aman, Psikis Belum Stabil
Kepergian Gary Iskak: Detik Kecelakaan, Kesaksian Sahabat, dan Jejak Sang Pecinta Motor
Kemenkes Ingatkan Warga Terdampak Banjir di Sumatra dan Aceh Waspada Penyakit Pascabencana
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala