Siswa SMPN 19 Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 16 November 2025 | 14:05 WIB
Siswa SMPN 19 Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia. (iStockphoto)
Siswa SMPN 19 Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia. (iStockphoto)

TITIKTEMU.CO - Kasus perundungan kembali memakan korban jiwa. Seorang siswa kelas 1 SMP Negeri 19 Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia Minggu dini hari 16 November 2025.

Kabar duka ini mengguncang public. Seperti dikonfirmasi Ketua RT setempat, Markum, MH sebelumnya diduga kuat menjadi korban perundungan di sekolahnya.

Peristiwa memilukan ini menambah daftar panjang tragedi kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan yang masih terus terjadi seperti tak berkesudahan.

Baca Juga: Kasus Bullying di SMPN 1 Blora: Korban Masih Trauma dan Belum Masuk Sekolah, Begini Kronologinya

Dugaan Kekerasan Fisik yang Berujung Fatal

Kisah tragis MH pertama kali terungkap melalui laporan kakaknya, Rizky Fauzi. Melalui akun media sosial @tangsel_update, dia mengungkap kondisi adiknya. Unggahan di medsos itu pun langsung viral.

Menurut Rizky, aksi perundungan terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025, di dalam ruang kelas. MH diduga dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sekelasnya.

Benturan keras di bagian kepala itu membuatnya mengalami sakit berkepanjangan, yang kemudian berkembang menjadi kondisi fisik yang terus menurun.

“Sehari setelah kejadian baru ngadu ke keluarga karena sudah tidak kuat menahan sakit di kepala,” tulis Rizky.

Baca Juga: Perkembangan Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kondisi Terduga Pelaku Membaik, Dugaan Perundungan Mulai Diselidiki 

Dilansir dari Antara, Rizky menjelaskanpasca insiden tersebut, MH mulai menunjukkan gejala serius: sulit berjalan, tubuh melemah, penglihatan memburuk, sering pingsan, dan kehilangan nafsu makan.

Keluarga bahkan sempat membawa MH ke fasilitas kesehatan. Namun, biaya pengobatan yang tinggi menjadi hambatan.

Lebih memprihatinkan, pelaku yang sebelumnya berjanji menanggung biaya pengobatan ternyata abai. Sementara pihak sekolah dinilai tidak mengambil langkah yang tegas, termasuk membantu proses penanganan korban.

Baca Juga: Gelap di Balik Jas Putih: Kasus Perundungan Mahasiswa UNUD dan Luka Sunyi Dunia Pendidikan Kedokteran

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X