“Satu kali proses sekitar empat jam. Hari ini 1 ton dimusnahkan, dan sisanya dilakukan bertahap,” kata Sani.
Kronologi Awal Kasus Pencemaran Cesium-137
Kasus ini mencuat setelah FDA Amerika Serikat menemukan paparan radioaktif Cs-137 pada udang beku asal Indonesia yang dikirim oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Food). Produk tersebut sempat dijual di ritel Walmart sebelum ditarik kembali.
Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS juga melaporkan dugaan paparan radioaktif dari empat pelabuhan: Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya menyebut bahwa Indonesia justru menjadi korban dalam kasus ini. Ia mengungkap adanya 14 kontainer asal Filipina yang terdeteksi mengandung Cs-137 di Pelabuhan Tanjung Priok dan segera dire-ekspor.
Baca Juga: Garda Medika Luncurkan Fitur Express Discharge: Pulang Cepat Usai Konsultasi Tanpa Antre
Kasus Berlanjut ke Tahap Penyidikan
Pemerintah terus melakukan penyelidikan hingga akhirnya status kasus meningkat menjadi penyidikan. Temuan terbaru mengungkap indikasi pelanggaran dalam pengelolaan limbah di wilayah Cikande.
“Hari ini statusnya dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Cikande, Banten, Senin, 13 Oktober 2025.
Penyidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber paparan radioaktif serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.**$
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Periksa 46 Saksi Anak Terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Ungkap Fakta Baru Soal Kondisi Pelaku
MK Larang Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil: Putusan Berlaku Seketika, Pemerintah Diminta Segera Bertindak
211 Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis: BGN Ungkap Data, Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Kelola
Pemerintah Ubah Kebijakan Pemusnahan Pakaian Impor Ilegal, Balpres Dicacah untuk Dimanfaatkan Ulang
Jejak Penuturan Sudirman Said yang Kini Relevan Lagi di Tengah Penyidikan Kasus Korupsi Petral
Perkembangan Ledakan SMAN 72 Jakarta: Kondisi Terduga Pelaku Membaik, Dugaan Perundungan Mulai Diselidiki