5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 20 Oktober 2025 | 19:54 WIB
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo! (Instagram @adityakurniawanpp)
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo! (Instagram @adityakurniawanpp)

TITIKTEMU.CO - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang mulai mencari alternatif gaya hidup yang lebih tenang dan seimbang.

Gaya hidup ini dikenal dengan istilah slow living, sebuah filosofi hidup yang mengajak orang untuk memperlambat ritme kehidupan, menikmati momen dengan santai, dan lebih sadar terhadap waktu serta lingkungan sekitar.

Ada sejumlah kota di Indonesia yang cocok untuk gaya hidup slow living. Hal ini berdasarkan beberapa aspek, seperti biaya hidup, keamanan, infrastruktur, serta keseimbangan antara akses dan ketenangan.

Menariknya, bukan Yogyakarta atau Solo yang menempati posisi teratas. Berikut lima kota terbaik di Indonesia untuk menerapkan gaya hidup slow living.

Baca Juga: Dari Burnout ke Bliss: Rahasia Slow Living yang Diam-Diam Mengubah Cara Kita Bekerja dan Hidup

5 Kota Terbaik untuk Slow Living

1. Kota-kota di Wilayah Kedu Raya

Kawasan Kedu Raya meliputi Kabupaten Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang, dan Kota Magelang. Kota-kota ini dikenal dengan lanskap alam menawan dan sejuk karena berada di dataran tinggi.

Masyarakat setempat menikmati slow living, ritme hidup yang tidak terburu-buru, dengan budaya lokal yang masih kental dan penuh keramahan. Biaya hidup di kota-kota ini juga relatif murah.

Magelang menawarkan kehidupan urban yang nyaman namun tenang, Wonosobo sejuk dengan pemandangan Gunung Dieng, serta Temanggung yang berada di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing

2. Tasikmalaya Raya

Kawasan Tasikmalaya Raya meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, Garut, serta Kota Banjar dan Tasikmalaya. Kental dengan budaya Sunda, alam asri, dan suasana kota yang bersahabat dengan pejalan kaki.

Bagi pencinta alam, Tasikmalaya dan Pangandaran menawarkan keseimbangan antara kerja dan relaksasi. Pagi hari bisa sarapan di warung tradisional.

Banyak yang menyebut kawasan ini merupakan destinasi ideal bagi mereka yang ingin menikmati slow living, gaya hidup sederhana, tidak terburu-buru, dan tetap nyaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X