Mereka sudah melaporkan dugaan korupsi proyek Coretax ke KPK sejak Januari 2024, namun hingga kini belum ada perkembangan berarti.
IWPI bahkan mendesak KPK memeriksa mantan Menkeu Sri Mulyani dan mantan Dirjen Pajak Suryo Utomo, yang disebut-sebut berperan dalam masa awal pengadaan proyek tersebut.
“Uang rakyat tidak boleh dibakar untuk proyek ambisius yang tidak transparan,” tegas Ketua IWPI, Rinto Setiyawan.
Baca Juga: Jeritan dari Panggung Monas: Ketika Guru Madrasah Menuntut Keadilan yang Tak Kunjung Datang
Proyek Digital yang Gagal Berfungsi
Sudah hampir 10 bulan sejak peluncuran Coretax pada 1 Januari 2025, sistem ini masih belum berjalan normal.
Alih-alih membantu wajib pajak, banyak pengguna justru mengeluh karena sistem sering error, lambat, atau tidak bisa diakses sama sekali.
Kegagalan ini memunculkan pertanyaan besar: di mana letak kesalahan sebenarnya — di teknologi, di manajemen, atau di moralitas?
IWPI pun meminta KPK menyelidiki alur kontrak kerja sama dengan LG CNS dan aliran dana proyek, agar publik tahu siapa yang sebenarnya diuntungkan dari proyek gagal ini.
Catatan Akhir: Reformasi Digital Bukan Sekadar Label
Kasus Coretax menjadi pelajaran pahit bahwa transformasi digital tak cukup dengan jargon dan dana besar.
Butuh integritas, transparansi, dan pengawasan ketat agar inovasi benar-benar melayani rakyat, bukan memperkaya segelintir orang.
Karena pada akhirnya, yang paling berhak menagih hasil dari proyek triliunan ini bukan pejabat, tapi rakyat yang setiap bulan membayar pajak.***
Artikel Terkait
Harga Emas Turun, Niat Beli Ikut Luntur: Antara Logam Mulia dan Logika Hati-Hati
Saksi Kasus Kematian Prada Lucky, Prada Richard Ungkap Trauma dan Permintaan Dipindahkan dari Satuan
Kelebihan Uang Lelang di Pegadaian: Cara Klaim dan Syarat Pengambilan Terbaru 2025
Dari Singkong Jadi Energi: Langkah Serius Indonesia Menuju Kemandirian Bioetanol
Whoosh, Utang, dan Bayangan KPK: Ketika Proyek Ambisi Jadi Ujian Transparansi
10 Barang Elektronik yang Bisa Digadaikan di Pegadaian Swasta
Jeritan dari Panggung Monas: Ketika Guru Madrasah Menuntut Keadilan yang Tak Kunjung Datang
Apa yang Sebenarnya Dimaksud Luhut Saat Sebut Whoosh Proyek Busuk?
695 Siswa Gunungkidul Keracunan Program Makan Bergizi Gratis: Ketika Niat Baik Tak Selalu Berujung Manis
Di Balik Laju Whoosh: Dugaan Permainan Licik, Utang Raksasa, dan Angka-angka yang Tak Masuk Akal